Nasional Pati Jateng Kudus Grobogan Rembang Blora Sepakbola Olahraga Feature Khazanah Life Style Entertainment Wisata Kuliner Muria Raya Tekno

Ngopi Sore di Cafe, Plt Bupati Pati dan Forkopimda Komitmen Perjuangkan Percepatan Program Strategis Daerah

Admin • Rabu, 15 Juli 2026 | 15:35 WIB
Plt Bupati Pati bersama jajaran Forkopimda Pati dalam kegiatan ngopi bareng di Brotherhood. (HUMAS PATI)
Plt Bupati Pati bersama jajaran Forkopimda Pati dalam kegiatan ngopi bareng di Brotherhood. (HUMAS PATI)

 

PATI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pati untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis daerah.

Komitmen tersebut disampaikan usai menghadiri Silaturahmi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pati di Brotherhood Pati, Selasa (14/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Chandra menyampaikan sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian pemerintah daerah, mulai dari kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat, rencana reaktivasi jalur kereta api Pantura, pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, hingga persiapan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati.

Baca Juga: Waduk Gembong Masih Jadi Primadona, Kunjungan Wisata Pati Tembus 552 Ribu Wisatawan

Menurut Chandra, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Pati hingga saat ini tetap kondusif berkat sinergi antara pemerintah daerah, Polresta Pati, Kodim 0718/Pati, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat.

"Kalau kemarin sempat ada demonstrasi, itu merupakan hal yang wajar karena menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak setiap warga negara. Selama aspirasi tersebut disampaikan dengan baik dan benar-benar mewakili kepentingan masyarakat, tentu akan kami perjuangkan. Seperti saat nelayan menyampaikan aspirasinya, kami membantu mengomunikasikannya kepada pemerintah pusat dan alhamdulillah tuntutannya dikabulkan," ujar Chandra.

Terkait reaktivasi jalur kereta api Pantura yang menghubungkan Semarang, Demak, Kudus, Pati, Rembang, Tuban, hingga Lamongan, Chandra mengatakan proyek tersebut masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat.

 Meskipun telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), hingga kini belum ada komunikasi lanjutan dari Kementerian Perhubungan mengenai pelaksanaan pembangunannya.

"Kalau proyek ini terealisasi, manfaatnya akan sangat besar. Biaya logistik industri menjadi lebih efisien, konektivitas antarwilayah Pantura semakin kuat, dan beban lalu lintas di jalan nasional akibat kendaraan berat dapat berkurang," katanya.

Di sektor pariwisata, Chandra menyebut kebijakan pelaksanaan outing class di destinasi wisata lokal mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pati tercatat mencapai 552.717 orang, dengan peningkatan signifikan terjadi pada masa libur sekolah bulan Juni.

"Pemberdayaan ekonomi lokal terus kami dorong melalui sektor pariwisata. Kami juga telah menerbitkan surat edaran agar kegiatan outing class bagi siswa TK, SD, dan SMP dilaksanakan di destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pati," jelasnya.

Baca Juga: Investor China Jajaki Pembangunan Pabrik Tas di Pati, Berpotensi Serap 3.500 Tenaga Kerja

Selain pariwisata, pemerintah daerah juga terus mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Upaya tersebut dilakukan melalui rencana pembentukan Komite Ekonomi Kreatif, penyelenggaraan festival secara berkala, penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi, serta pengembangan ekosistem digital bagi pelaku usaha kreatif.

Pemkab Pati juga akan menggelar Pati Innovation Awards 2026 sebagai ajang untuk mendorong lahirnya inovasi di bidang industri kreatif dan teknologi informasi, sekaligus memperkuat daya saing daerah melalui pengembangan ekonomi berbasis kreativitas. (aua)

Editor : Admin
Forkopimda Pati kereta api pariwisata pati percepatan pembangunan