PATI – Bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Langgenharjo viral. Sebab, lokasinya tidak di tempat biasa. Sebab, berada di tambak.
Kepala Desa Langgenharjo Rustamaji angkat bicara terkait viralnya pembangunan KDMP di desanya itu.
Ia menegaskan, penentuan lokasi pembangunan telah melalui mekanisme musyawarah desa (musdes) dan mendapat persetujuan dari masyarakat serta unsur Pemerintah Desa (Pemdes) Langgenharjo.
Menurut Rustamaji, seluruh proses penetapan lokasi dilakukan sesuai prosedur, sehingga tidak ada persoalan dalam pelaksanaannya.
Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih di Pati Berdiri Tengah Tambak Ikan, Tanggapan Pemdes Bikin Ngakak!
“Penempatan lokasi KDMP sudah melalui prosedur musyawarah desa dan disepakati bersama masyarakat. Jadi, pada prinsipnya tidak ada masalah dalam penetapan lokasi tersebut," ujarnya.
Ia menjelaskan, lokasi pembangunan KDMP semula direncanakan berada di area lapangan voli desa.
Namun dalam musyawarah, warga mengusulkan agar lapangan tetap dipertahankan sebagai fasilitas olahraga masyarakat.
Baca Juga: Panggil 78 Mitra SPPG Program MBG di Kudus, Kasi Intel Kejari: Ini Sifatnya Cuma Pendataan
Atas dasar kesepakatan itu, lokasi pembangunan kemudian dipindahkan ke tempat yang digunakan saat ini.
“Awalnya memang direncanakan di lapangan voli. Tetapi masyarakat masih membutuhkan lapangan tersebut, sehingga kami memindahkan lokasi pembangunan, agar fasilitas olahraga tetap bisa dimanfaatkan," jelasnya.
Rustamaji juga menanggapi beredarnya video di media sosial yang dibuat seorang YouTuber bernama Apro.
Dalam video tersebut, disebutkan bahwa bangunan KDMP berada di kawasan “jalan setapak".
Menurutnya, informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Video yang dibuat oleh YouTuber Apro terkait lokasi KDMP di jalan setapak itu, tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kami berharap, setiap pembuat konten lebih berhati-hati dan tidak menggiring opini negatif terhadap KDMP Langgenharjo," pesannya.
Ia menerangkan, bangunan KDMP itu, berada di kawasan tambak. Bersebelahan dengan Embung Langgenharjo yang dikelola Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Juwana.
Kawasan tersebut, cukup ramai dengan berbagai aktivitas masyarakat, seperti memancing, berolahraga, hingga kegiatan ekonomi lain.
“Kawasan ini (lokasi KDMP, Red) bukan daerah yang sepi. Banyak warga beraktivitas di sini. Mulai dari memancing, jalan-jalan, hingga kegiatan lain. Artinya, kawasan ini tetap memiliki potensi ekonomi," katanya.
Rustamaji menuturkan, KDMP Langgenharjo nantinya akan difungsikan sebagai pusat pengembangan usaha desa.
Terutama untuk mendukung sektor perdagangan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. “KDMP juga dipersiapkan untuk mendukung program pemerintah dalam memperkuat perekonomian desa," ujarnya.
Sementara itu, terkait bantuan kendaraan operasional untuk KDMP Langgenharjo, Rustamaji menyebut, bantuan tersebut masih menunggu proses pembangunan gedung selesai sepenuhnya.
“Untuk kendaraan operasional masih menunggu. Biasanya diberikan setelah pembangunan gedung selesai 100 persen," imbuhnya. (adr/lin)
Editor : Abdul Rochim