PATI – Tradisi sedekah laut di kawasan Juwana berlangsung meriah tahun ini.
Selain prosesi utama larung sesaji ke muara, masyarakat nelayan juga menggelar expo potensi kelautan di dermaga Desa Bendar, yang dipadati berbagai stan produk makanan, kerajinan, hingga jasa maritim.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah lomba menyulam dan memperbaiki jaring ikan.
Baca Juga: Nelayan Juwana Pati Khawatir Dampak Konflik AS–Iran Picu Kenaikan Harga BBM Melaut
Lomba ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bertujuan menjaga keterampilan dasar nelayan agar tetap diwariskan kepada generasi muda.
Ketua Paguyuban Mitra Nelayan Sejahtera, Eko Budiono, menjelaskan lomba tersebut menilai kecepatan, ketelitian, serta kerapian peserta dalam memperbaiki jaring.
Keterampilan ini dinilai penting karena nelayan sering menghadapi kondisi jaring rusak saat melaut.
Rangkaian acara sedekah laut berlangsung sejak Sabtu (28/3) hingga Minggu (29/3).
Puncak perayaan digelar di TPI Unit 2 Juwana wilayah Desa Bajomulyo dan Desa Bendar, dengan berbagai lomba seperti olahan ikan lokal serta pameran potensi kelautan.
Baca Juga: Dua Jam Macet, Pohon Randu Tumbang Tutup Jalur Grobogan-Pati
Tradisi Sedekah Laut Juwana sendiri telah diakui pemerintah pusat melalui Kementerian Hukum sebagai kekayaan intelektual komunal kategori upacara adat.
Hal ini diharapkan semakin mendorong pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas masyarakat pesisir.
Anggota DPRD Pati, Yetti Kristiyanti, berharap pemerintah pusat turut mendukung agar pelaksanaan sedekah laut semakin meriah dan berkelanjutan setiap tahunnya.
Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga tradisi sekaligus meningkatkan potensi ekonomi masyarakat nelayan.
Editor : Abdul Rochim