PATI – Pemerintah Kabupaten Pati terus memacu penataan wajah kota demi menciptakan kenyamanan publik dan estetika tata ruang.
Setelah merampungkan renovasi GOR Pesantenan, Bupati Pati, Sudewo, kini membidik revitalisasi kawasan protokol Jalan Panglima Sudirman, mulai dari Alun-Alun hingga pertigaan Bank Jateng Puri.
Rencana besar ini disampaikan Bupati Sudewo saat meresmikan hasil renovasi GOR Pesantenan Pati, Rabu (17/12). Menurutnya, proyek ini merupakan langkah lanjutan dalam penataan kota secara bertahap.
"Bertahap Kota Pati kita tata. Tahun ini fokus pada gedung GOR Pesantenan. Tahun depan, insyaallah akan kami tata penampilan Jalan Sudirman dari alun-alun sampai dengan pertigaan Bank Jawa Tengah Puri," ujar Sudewo.
Proyek prestisius ini dipastikan tidak akan membebani APBD daerah, melainkan didukung penuh oleh pemerintah pusat.
Sudewo mengungkapkan bahwa anggaran sebesar Rp 20 miliar telah disiapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Saat ini tahapan tender lelang sedang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum," tambahnya.
Fokus pada Pedestrian dan Wisata Sejarah
Berdasarkan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, titik berat revitalisasi ini terletak pada penataan trotoar.
Trotoar di sepanjang jalur vital tersebut akan diperlebar dan dipercantik agar lebih ramah bagi pejalan kaki, lebih rapi, serta memiliki nilai estetika tinggi sebagai etalase kota.
Langkah ini dinilai strategis mengingat Jalan Panglima Sudirman memiliki nilai historis yang kental.
Jalur ini merupakan bagian dari Jalan Raya Pos (De Grote Postweg) atau Jalan Raya Daendels yang dibangun pada masa kolonial.
Sederet bangunan cagar budaya, seperti Gedung Juang dan Hotel Pati, berdiri kokoh di sepanjang jalan ini, menyimpan potensi wisata sejarah yang besar.
Pemerhati sejarah Kota Pati, Ragil Haryo, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai penataan trotoar adalah kunci untuk menghidupkan kembali nuansa sejarah di pusat kota.
"Kawasan Jalan Panglima Sudirman diharapkan nantinya semakin ramah untuk pejalan kaki. Di mana nantinya masyarakat bisa menikmati peninggalan bangunan-bangunan kolonial Belanda yang masih bisa ditemui di kanan dan kiri jalan," ungkap Ragil.
Dengan revitalisasi ini, Jalan Panglima Sudirman diproyeksikan tidak hanya sekadar menjadi jalur transportasi, melainkan destinasi wisata kota (city walk) yang memadukan kenyamanan modern dengan pesona sejarah masa lalu. (*)
Editor : Alfian Dani