Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

UPDATE! Perum BULOG Pati Mulai Serap Gabah Petani, Ada Penyesuaian Harga, Ini Rincian Harganya

Andre Faidhil Falah • Minggu, 16 Februari 2025 | 07:40 WIB
TENGGELAM: Petani Sukolilo berendam di area persawahannya belum lama ini.
TENGGELAM: Petani Sukolilo berendam di area persawahannya belum lama ini.

PATI, RadarPati.id - Perum BULOG Kantor Cabang Pati telah melakukan pengecekan lahan persawahan yang berpotensi panen.

Selain itu, mereka juga mulai membeli gabah petani untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok beras di wilayah tersebut.

Hal itu dilakukan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 15 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pengadaan Gabah Kering Panen dan Beras untuk Cadangan Beras Pemerintah.

Keputusan ini menjadi acuan utama dalam proses pengadaan agar tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Pemimpin Cabang BULOG Pati, Nur Hardiansyah, menyampaikan bahwa pihaknya bekerja sama dengan mitra penggilingan padi serta kelompok tani (Gapoktan) untuk memperlancar proses penyerapan hasil panen.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan petani dapat menjual hasil panennya dengan harga yang layak.

Mereka akan membeli gabah kering panen dengan harga Rp6.500 per kg dan beras seharga Rp12.000 per kg.

Harga ini ditetapkan sebagai upaya menstabilkan harga di tingkat petani dan menjaga keseimbangan pasar.

Lanjut dia, harga tersebut telah ditetapkan sebagai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Sehingga, sudah sesuai dengan keputusan yang berlaku dan dapat memberikan kepastian bagi petani dalam menjual hasil panennya.

Untuk mencapai target serapan yang telah ditentukan, Perum BULOG Kanwil Jawa Tengah telah mengadakan rapat koordinasi dan menandatangani komitmen pencapaian target pada Rabu (5/2) di Semarang.

Rapat ini bertujuan untuk memastikan seluruh pihak terkait dapat bekerja sama dalam meningkatkan serapan gabah dan beras di wilayah Jawa Tengah.

Acara ini melibatkan Pemerintah Daerah, dinas terkait di bidang pertanian dan ketahanan pangan, TNI AD, Perpadi, HKTI, serta KTNA guna meningkatkan potensi penyerapan hasil panen di Jawa Tengah.

Dengan sinergi ini, diharapkan distribusi hasil pertanian dapat lebih optimal dan menguntungkan semua pihak.

Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga harga gabah di tingkat produsen agar tidak jatuh di bawah HPP, BULOG Cabang Pati telah memulai pembelian hasil panen di lahan seluas 1,5 hektare milik Poktan Angudi Luhuring Tani III di Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang.

Langkah ini dilakukan agar petani tidak mengalami kerugian akibat fluktuasi harga di pasar.

Gabah kering panen dibeli sesuai HPP, yakni Rp6.500 per kg, sehingga petani tetap mendapatkan harga yang layak dan termotivasi untuk terus berproduksi.

Selain itu, pembelian ini juga bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan nasional dengan memastikan stok beras tetap terjaga.

Nur Hardiansyah menambahkan, dengan adanya penyesuaian harga ini, diharapkan petani bisa memperoleh keuntungan yang lebih baik.

Selain itu, hal ini juga menjadi dorongan agar petani tetap semangat dalam menanam padi dan meningkatkan hasil produksinya.

Sementara itu, BULOG Kantor Cabang Pati berkomitmen untuk menyerap hasil panen secara maksimal demi pemenuhan stok cadangan pangan pemerintah (CPP).

Dengan demikian, ketersediaan beras di gudang BULOG dapat terus terjaga dan siap disalurkan saat dibutuhkan.

BULOG Pati optimis produksi padi tahun ini dapat meningkat baik dari segi kuantitas maupun kualitas dibanding tahun sebelumnya.

Dengan hasil panen yang lebih baik, diharapkan ketahanan pangan daerah dapat terjamin dan kesejahteraan petani meningkat.

Dengan demikian, BULOG dapat memaksimalkan penyerapan hasil panen dalam negeri dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada petani serta kelompok tani yang ingin menjual gabah maupun beras mereka.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Di samping itu, Pj Bupati Pati, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan bahwa sebelumnya sejumlah desa di Kecamatan Sukolilo tergenang akibat curah hujan yang tinggi, termasuk Desa Kasiyan.

Kondisi ini menyebabkan beberapa lahan pertanian mengalami kerusakan dan berpotensi menurunkan hasil panen.

Sawah di Desa Poncomulyo, yang seharusnya siap panen dalam 5-10 hari ke depan, terendam air hingga bulir padi.

Kondisi ini memaksa petani untuk memanen dalam keadaan basah, sehingga mempengaruhi kualitas hasil panen dan berpotensi menurunkan harga jual.

Ia sudah meminta BULOG menerima gabah petani tanpa melihat kualitasnya.

Itu sebagaimana arahan Presiden dan Badan Ketahanan Pangan Nasional, yang bertujuan untuk membantu petani terdampak agar tetap bisa menjual hasil panennya.

"Kami berharap BULOG dapat menerima gabah petani meskipun kualitasnya tidak sempurna," jelasnya.

Dengan kebijakan ini, diharapkan petani tetap mendapatkan pemasukan dan tidak mengalami kerugian besar akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. (adr/amr)

Photo
Photo
Editor : Syaiful Amri
#ketahanan pangan #harga beras #pati #hpp #perum bulog #bulog pati #gabah kering panen #beras #fluktuasi harga #petani