Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Seribu Anak di Sukolilo Pati Tak Sekolah, Pemkab Tugasi Bapperida untuk Turun Gunung

Achmad Ulil Albab • Senin, 15 Juli 2024 | 17:15 WIB
TURUN GUNUNG : Tim dari Bapperida Kabupaten Pati saat melakukan kunjungan ke sejumlah keluarga yang terdapat anak tidak sekolah di wilayah Gabus, Tambakromo, dan Margoyoso. (DOK BAPPERIDA PATI)
TURUN GUNUNG : Tim dari Bapperida Kabupaten Pati saat melakukan kunjungan ke sejumlah keluarga yang terdapat anak tidak sekolah di wilayah Gabus, Tambakromo, dan Margoyoso. (DOK BAPPERIDA PATI)


PATI, RADARPATI.ID – Angka anak putus sekolah atau anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Pati masih terbilang tinggi.

Berdasarkan data Dapodik total ada 7.371 anak tidak sekolah. Terbanyak berada di Kecamatan Sukolilo dengan jumlah 1.002 anak tidak sekolah.

Anak tidak sekolah ini merupakan anak usia 7 - 18 tahun yang harusnya mengenyam pendidikan di bangku sekolah.

Anak tidak sekolah menjadi problem tersendiri dalam program wajib belajar 9 tahun dan program menuju wajib belajar 12 tahun.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati Muhctar melalui Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Johanes Harnoko mengungkapkan,

Pemerintah Kabupaten Pati berupaya serius mengembalikan anak ke sekolah lagi.

Upaya yang dilakukan dengan meningkatkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kemenag, forum pondok pesantren, forum PKBM, pihak kecamatan hingga pemerintah desa.

“Diharapkan anak tidak sekolah (ATS) di Pati bisa segera teratasi. Programnya GaGeGo Sekolah Meneh, dan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten dalam menyusun kebijakan serta penganggaran terkait penanganan anak tidak sekolah di tingkat kabupaten. Kita akan usulkan program ini ke Pj Bupati,” paparnya.

Program pengembalian anak ke sekolah ini dikomandoi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati bersama dinas terkait dan pemangku kebijakan yang lain.

Saat ini pemkab telah melakukan advokasi dalam rangka percepatan partisipasi pendidikan melalui penanganan anak tidak sekolah.

“Saat ini kita baru virifikasi faktual (verfal data dan mendatangi di ATS yang terdata tersebut yang memang bisa ditindaklanjuti,” imbuh Johanes Harnoko.

Dari verfal itu pihaknya menemukan ada yang memang putus sekolah, ada yang tidak ditemukan, namun ada pula yang pindah daerah, meninggal dunia dan ada juga yang sudah sekolah.

Diharapkan dari program gerakan ini adalah minimal 30 persen dari data anak tidak sekolah dapat kembali ke sekolah.

Anak yang putus sekolah ini diharapkan bisa kembali bersekolah baik di lembaga formal maupun non formal. (aua/ali)

Editor : Achmad Ulil Albab
#anak tak sekolah #Sukolilo #Bapperida #pati #Pemkab