Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pantura Diklaim Butuh Trasportasi KA dan Tol, Begini Penjelasanya

Achmad Ulil Albab • Kamis, 8 Februari 2024 | 06:25 WIB
JALUR POTENSIAL: Kondisi lalu lintas di jalur pantura Juwana belum lama ini.
JALUR POTENSIAL: Kondisi lalu lintas di jalur pantura Juwana belum lama ini.

 

PATI, RADARPATI.ID – Secara bisnis dan wisata program reaktivasi jalur kereta api Semarang – Rembang dinilai cukup potensial.

Hal ini karena kota-kota yang dilalui jalur ini memiliki potensi bisnis dan wisata yang menjanjikan.

Adanya infrastruktur transportasi kereta api ini dapat mendukung daya saing kota-kota yang dilewatinya.

Sebab itu, sejumlah tokoh mengklaim kota-kota di Pantura diklaim membutuhkan jalur kereta dan jalan tol.

Terlebih jalur pantura yang menjadi urat nadi transportasi utama di wilayah ini sudah memikul beban berat, serta kondisinya yang dinilai sudah tidak layak.

“Sangat penting untuk mendukung daya saing daerah. Secara bisnis juga potensial reaktivasi kereta api daerah Pati dan sekitarnya ini,” ungkap tokoh pengusaha sukses di Pati Saiful Arifin.

Untuk diketahui di wilayah Pati dan sekitarnya secara bisnis terbilang menjanjikan, hal ini terlihat dari hadirnya sejumlah industri yang terus tumbuh subur. Seperti di Pati, Rembang, Kudus dan juga di Jepara.

Daerah-daerah ini juga memiliki potensi besar, seperti di Pati dan Rembang yang memiliki potensi perikanan baik tangkap maupun budidaya dan juga garam potensinya cukup besar.

Hal yang sama diungkapkan sejarawan Kota Pati Ragil Haryo, menurutkan reaktivasi jalur kereta api ini sangat perlu.

“Reaktivasi kereta api sangat perlu mengingat jumlah kendaraan yang saat ini banyak sekali dan tingginya angka kecelakaan di jalur pantura.

Apalagi jalan raya yang tidak tahan lama (kerap rusak) menyebabkan kendala tersendiri untuk kelancaran transportasi.
Padahal ini hari tuntutan kerja untuk mobilitas sangat tinggi,” ungkap pemerhati sejarah di Kabupaten Pati Ragil Haryo.

Selain bisnis dari sisi wisata khususnya sejarah, di wilayah-wilayah ini juga cukup potensial.

Di Kudus ada Situs Purbakala Patiayam, ada Menara Kudus, di Rembang juga ada Lasem, sebuah wilayah kota kecamatan yang dijuluki sebagai Tiongkok kecil karena peradaban warga etnis Tionghoa. (aua/ade)

Editor : Alfian Dani
#KA #pati #reaktivasi #tol #Kabupaten Pati #pantura