RADAR KUDUS - Kolam renang sejak kecil telah menjadi taman bermain yang menyenangkan bagi Almaira Irdina Humayra.
Perempuan kelahiran Jepara, 1 Januari 2010 ini, telah berkenalan dengan cabang olahraga renang saat naik kelas IV sekolah dasar (SD).
Dari situ kemudian ia mulai kenyang dengan berbagai latihan dari sang pelatih. Baik dari gaya basic hingga gaya renang yang khusus.
”Awalnya gaya dada. Kalau sudah bisa baru lanjut gaya yang lain. Seperti gaya kupu, gaya punggung, ataupun gaya bebas," terang atlet renang asal RT 5 RW 1, Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo, Jepara, ini.
Hanya berselang satu tahun dari perkenalan pertamanya dengan olahraga akuatik ini, Almaira pun mulai beranjak mengikuti lomba.
Baik dari tingkat kabupaten, karesidenan, hingga provinsi.
”Waktu kelas VI SD sudah ikut lomba nasional di Magelang. Saat itu, dapat medali perunggu di nomor 200 meter gaya punggung," tuturnya kemarin.
Gadis belia yang merupakan anak bungsu dari dua bersaudara ini menjelaskan, ketertarikannya terhadap dunia renang, karena dianggap menyenangkan dan menyehatkan.
”Dulu ayah atlet voli. Kalau kakak atlet bola. Jadi keluarga support saya menekuni olahraga.
Menurutku renang ini menarik. Soalnya berbeda dari cabang olahraga lain. Perlu ketekukan dan kegigihan," jelasnya.
Semua gaya telah dia kuasai. Namun, Almaira amat gandrung dengan gaya bebas dan gaya punggung.
Catatan waktu tercepatnya ialah 200 meter dipecahkannya dalam waktu 2 menit 34 detik.
Belum lama ini, siswi kelas X AKL 2 di SMK Negeri 3 Jepara ini, berhasil membuat harum nama daerah.
Utamanya dalam Kejuaraan Renang Antarsiswa (KRAS) se-Jawa Tengah yang berlangsung pada Jumat-Minggu (5-7/9) di Purwokerto.
Almaira Irdina Humayra berhasil menorehkan prestasi dengan raihan tujuh medali.
Meliputi dua medali emas pada nomor gaya bebas 400 meter dan gaya bebas 800 meter.
Lalu empat medali perak dari nomor gaya bebas 200 meter, gaya bebas 100 meter, gaya punggung 100 meter, dan gaya punggung 200 meter.
Serta satu medali perunggu pada nomor gaya punggung 50 meter.
”Renang memberikan saya banyak perubahan. Membentuk pribadi yang mandiri, peduli pola makan dan tidur, juga disiplin dalam setiap hal," kesannya.
Dalam sepekan latihan olah fisik dan latihan renangnya terbilang padat. Seperti Senin-Selasa latihan sore.
Rabu pagi latihan renang, sore latihan fisik seperti lari, push up, sit up, atau crunch.
Kamis latihan renang serta Jumat dan Sabtu pagi-sore juga masih digembleng latihan.
”Minggu off. Setiap latihan dari 1 hingga 2,5 jam. Biasanya latihan endurance (daya tahan, Red) kadang juga benerin gaya," ucapnya.
Perempuan yang juga memiliki hobi mendengar musik, bermain piano, dan membaca buku ini, tak mau dikenal sebagai seseorang yang lemah.
Ia membuktikan diri dengan hal-hal dan prestasi nonakademik maupun akademik.
”Nilai akademik juga tidak ada yang merosot. Saya kalau diremehin sama cowok memang kesal, tapi saya biarkan saja. Tapi saya juga membuktikan kalau nggak lemah. Saya bisa," tandasnya. (fik/lin)
Editor : Abdul Rochim