KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mulai mematangkan persiapan menyambut operasional layanan transportasi massal Trans Jekuti (Jepara-Kudus-Pati) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.
Salah satu langkah utama yang disiapkan adalah penataan dan rehabilitasi Terminal Getas Pejaten pada 2027 agar siap menjadi hub utama layanan tersebut.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kudus, Sulistyowati, mengatakan pengembangan Trans Jekuti telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Baca Juga: Jembatan Garuda di Tanjungrejo Kudus Rampung, Permudah Angkut Hasil Panen dan Dongkrak Ekonomi Warga
Saat ini, Pemkab Kudus bersama Pemprov Jateng masih menyelesaikan berbagai tahapan persiapan sebelum proyek direalisasikan.
"Di tahun 2026 ini akan ada penandatanganan komitmen bersama antara Gubernur Jawa Tengah dengan Bupati Kudus, Bupati Jepara, dan Bupati Pati. Sementara pelaksanaan Trans Jekuti direncanakan mulai tahun 2028," ujarnya.
Menurut Sulistyowati, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah telah melakukan audiensi dengan Pemkab Kudus untuk membahas kesiapan daerah, mulai dari penyiapan terminal hingga halte yang akan menjadi bagian dari layanan Trans Jekuti.
Dari hasil identifikasi sementara, Terminal Getas Pejaten dinilai sebagai lokasi paling strategis untuk menjadi titik pemberhentian utama di Kabupaten Kudus, selain Terminal Mijen.
Lokasinya yang berada di pusat kota serta menjadi simpul berbagai moda transportasi menjadi pertimbangan utama.
"Pertimbangan dari Dishub Provinsi, Terminal Getas Pejaten berada di pusat kota dan menjadi titik yang strategis. Dari arah Pati, Jepara maupun Grobogan, banyak angkutan yang berhenti di sana sehingga potensinya cukup besar," katanya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Kudus mengalokasikan penataan dan rehabilitasi fisik Terminal Getas Pejaten pada 2027.
Penataan tersebut akan disesuaikan dengan desain yang disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar tidak terjadi pembongkaran ulang saat pembangunan fasilitas pendukung Trans Jekuti dimulai.
"Yang akan kami intervensi bertahap adalah penataan Terminal Getas Pejaten di tahun 2027. Perbaikannya nanti harus disesuaikan dengan konsep dari provinsi, termasuk kemungkinan lokasi platform atau area naik turun penumpang," jelasnya.
Selain terminal, pemerintah juga mulai memetakan kebutuhan halte di sepanjang jalur Trans Jekuti.
Baca Juga: Hari Anak Nasional, Kasus Stunting di Kudus Turun Drastis dari 13 Persen Menjadi 3,7 Persen
Namun pembangunan halte masih menunggu kepastian rute serta desain akhir dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Sulistyowati menyebut pembangunan halte berpeluang melibatkan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Sementara rehabilitasi Terminal Getas Pejaten akan dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kudus.
"Kalau kemampuan keuangan daerah belum mencukupi, halte mungkin bisa dibangun melalui CSR perusahaan-perusahaan di Kudus. Tetapi untuk terminal tetap menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui APBD," ungkapnya.
Berdasarkan konsep awal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, layanan Trans Jekuti akan menggunakan sekitar 14 armada bus konvensional yang melayani rute Jepara-Kudus-Pati.
Bus akan beroperasi dengan sistem interval yang disesuaikan dengan tingkat kepadatan penumpang pada jam sibuk maupun di luar jam sibuk.
Pemkab Kudus juga mulai melibatkan sejumlah kecamatan yang diperkirakan dilintasi jalur Trans Jekuti untuk memetakan potensi pengguna layanan.
Pendataan mencakup pelajar, pekerja industri, hingga masyarakat umum sebagai dasar penyusunan sistem transportasi massal yang efektif dan tepat sasaran.
"Kami tidak hanya menunggu. Dari sekarang kami sudah mulai menyiapkan data, terminal, calon halte, hingga potensi penumpang agar saat Trans Jekuti beroperasi, Kabupaten Kudus sudah siap mendukung," pungkasnya. (gal)
Editor : Abdul Rochim