
GROBOGAN – Layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Grobogan telah tersedia di seluruh 280 desa.
Capaian tersebut menjadi modal penting bagi daerah untuk memperkuat strategi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah.
Sekda Grobogan Anang Armunanto mengatakan, pemerataan layanan PAUD menjadi pijakan awal untuk memastikan lebih banyak anak memperoleh pendidikan prasekolah.
Namun, keberadaan layanan di setiap desa harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dan kapasitas layanan.
“Kalau sudah ada di semua desa, jangan berhenti pada hitungan jumlahnya. Kita harus melihat apakah layanannya sudah cukup, gurunya tersedia, ruang belajarnya memadai, dan yang paling penting anak mendapatkan pengalaman belajar yang baik sebelum masuk SD,” kata Anang saat menerima tim Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal di Ruang Rapat Sekda, baru-baru ini.
Dalam pendampingan implementasi strategi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah tersebut turut dihadiri Bapperida, Dinas Pendidikan, Dispermades, Dispendukcapil, dan Pokja Bunda PAUD.
Tim Direktorat memaparkan profil kondisi PAUD Grobogan sekaligus memetakan kebutuhan yang masih perlu diperkuat.
Dari pemetaan tersebut, rata-rata setiap desa telah memiliki sedikitnya satu layanan PAUD.
Bahkan, sejumlah desa memiliki lebih dari satu layanan. Kondisi itu menunjukkan akses pendidikan prasekolah di Grobogan telah berkembang cukup luas dengan dukungan pemerintah, pemerintah desa, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
PAUD juga telah menjadi bagian dari pelayanan dasar daerah melalui penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM).



