KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus mulai membenahi sistem drainase di ruas Jalan KH Wahid Hasyim hingga Jalan dr. Wahidin, tepatnya di wilayah Desa Demaan dan Kelurahan Panjunan.
Proyek ini menjadi salah satu upaya mengurangi genangan yang kerap muncul saat hujan deras di kawasan perkotaan.
Pantauan di lokasi, sebagian ruas jalan di sisi utara simpang Jalan dr. Wahidin ditutup sementara untuk mendukung pekerjaan.
Baca Juga: Taman Belakang Pendapa Kudus segera Disulap Jadi Ruang Publik Ramah Keluarga
Alat berat dikerahkan melakukan penggalian, sementara material seperti U-ditch dan box culvert mulai didatangkan ke lokasi proyek.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Harry Wibowo, mengatakan pekerjaan dimulai sejak 30 Juni dan ditargetkan rampung pada 27 Oktober 2026 atau dalam waktu 120 hari kalender.
Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya mencakup pembangunan saluran drainase, tetapi juga penataan trotoar sepanjang 480 meter agar kawasan menjadi lebih tertata dan nyaman bagi pengguna jalan.
"Pekerjaan meliputi pembangunan drainase sekaligus trotoar sepanjang 480 meter," ujarnya.
Harry menjelaskan, proyek menggunakan berbagai material, di antaranya U-ditch berukuran 60x80x120 sentimeter, box culvert berukuran 80x80x100 sentimeter dan 100x100x100 sentimeter, serta grill beton berbahan besi siku.
Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Cinta Damai dengan nilai kontrak sebesar Rp2,25 miliar.
Ia menuturkan, lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu titik rawan genangan di wilayah perkotaan.
Saat hujan deras, air kerap menggenang akibat aliran drainase yang kurang optimal sehingga mengganggu arus lalu lintas.
"Ini merupakan titik prioritas karena sering terjadi genangan ketika hujan deras," katanya.
Menurut Harry, pembenahan drainase ini menjadi bagian dari upaya penanganan genangan di kawasan hilir Sungai Gelis.
Dengan saluran yang lebih baik, air hujan diharapkan dapat mengalir lebih cepat menuju Sungai Gelis sehingga genangan di jalan dapat diminimalkan.
Pemerintah berharap proyek tersebut mampu meningkatkan kapasitas saluran drainase sekaligus memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan, terutama saat musim hujan. (gal/him)