Nasional Pati Jateng Kudus Grobogan Rembang Blora Sepakbola Olahraga Feature Khazanah Life Style Entertainment Wisata Kuliner Muria Raya Tekno

TPA Tanjungrejo Kudus Segera Terapkan Controlled Landfill, Penataan Ditarget Rampung Akhir Juli

Abdul Rochim • Senin, 13 Juli 2026 | 21:35 WIB
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus mempercepat penataan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tanjungrejo sebagai langkah menuju penerapan sistem controlled landfill. (ANDIKA T/RADAR PATI)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus mempercepat penataan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tanjungrejo sebagai langkah menuju penerapan sistem controlled landfill. (ANDIKA T/RADAR PATI)

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus terus mempercepat penataan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tanjungrejo di Kecamatan Jekulo sebagai persiapan penerapan sistem controlled landfill.

Hingga pertengahan Juli 2026, progres pekerjaan disebut hampir selesai dan ditargetkan mencapai 95 persen pada akhir bulan.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetiyo mengatakan, penataan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan sistem pengelolaan sampah agar lebih tertata, aman, dan ramah lingkungan.

"Penataannya sudah hampir selesai. Target kami pada 31 Juli nanti progresnya bisa mencapai sekitar 95 persen," ujarnya.

Baca Juga: Percobaan Bunuh Diri di Hotel Gegerkan Warga, Polisi Masih Selidiki Penyebab

Menurut Didik, sejumlah pekerjaan fisik kini memasuki tahap akhir. Penataan meliputi pembangunan terasering pada area timbunan sampah, perbaikan jalan operasional, hingga penutupan zona pasif menggunakan tanah uruk dengan ketebalan minimal 30 sentimeter.

Tahapan tersebut menjadi syarat utama sebelum TPA Tanjungrejo menerapkan sistem controlled landfill, yakni metode pengelolaan sampah dengan menutup timbunan secara berkala menggunakan lapisan tanah. Cara ini dinilai mampu mengurangi bau, menekan pencemaran lingkungan, serta meminimalkan risiko kebakaran di area TPA.

Selain membenahi timbunan sampah, PKPLH juga melakukan penyempurnaan berbagai fasilitas pendukung, termasuk sistem pengelolaan air lindi agar operasional TPA semakin aman bagi lingkungan sekitar.

"Selain menata area timbunan sampah, kami juga terus menyempurnakan fasilitas pendukung di kawasan TPA. Pembenahan dilakukan secara bertahap, termasuk sistem pengelolaan air lindi agar operasional TPA semakin tertata dan ramah lingkungan," jelasnya.

Masyarakat Diminta Mulai Memilah Sampah

Didik menegaskan keberhasilan penerapan controlled landfill tidak hanya bergantung pada penataan di TPA, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Karena itu, PKPLH terus mengajak masyarakat melakukan pemilahan sampah di rumah tangga, sekolah, perkantoran, hingga tempat usaha.

Sampah organik diharapkan dapat diolah terlebih dahulu menjadi kompos, pakan maggot, atau bentuk pemanfaatan lainnya. Dengan demikian, sampah yang dikirim ke TPA hanya berupa sampah residu yang benar-benar sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali.

"Harapan kami, yang masuk ke TPA benar-benar hanya sampah residu, seperti popok sekali pakai dan sampah lain yang memang sudah tidak bisa diolah lagi. Sampah organik sebaiknya selesai dikelola dari sumbernya," katanya.

Untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif, petugas TPA akan melakukan pengawasan terhadap sampah yang masuk. Sebelum aturan diberlakukan penuh, PKPLH juga akan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar budaya memilah sampah semakin terbentuk.

Menurut Didik, langkah tersebut menjadi kebutuhan yang mendesak karena kapasitas TPA Tanjungrejo kini semakin terbatas.

"TPA kita sudah hampir penuh. Karena itu, mau tidak mau pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Dengan begitu, TPA nantinya hanya menerima sampah residu sehingga sistem controlled landfill bisa berjalan lebih optimal," pungkasnya.(dik)

Editor : Abdul Rochim
pengelolaan sampah Kudus controlled landfill air lindi lingkungan Kudus tpa tanjungrejo