
KUDUS – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus menghimpun sebanyak 680 hewan kurban pada momentum Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Jumlah tersebut terdiri atas 376 ekor sapi, 10 ekor kerbau, dan 294 ekor kambing yang tersebar di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), hingga ranting di seluruh Kabupaten Kudus.
Meningkatnya jumlah hewan kurban dinilai menjadi indikator tingginya kepedulian sosial warga Muhammadiyah di Kudus.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Pemkab Kudus Pastikan Harga Sembako Stabil
Selain sebagai ibadah, kurban juga menjadi sarana memperkuat solidaritas dan pemerataan bantuan bagi masyarakat.
Sekretaris PDM Kudus Zulfa Kurniawan mengatakan, data tersebut dihimpun dari laporan seluruh unsur Muhammadiyah menjelang pelaksanaan Iduladha.
Ia menyebut partisipasi masyarakat tahun ini mengalami peningkatan dibanding sebelumnya.
“Alhamdulillah, tahun ini partisipasi warga Muhammadiyah dalam berkurban kembali meningkat. Ini menunjukkan semangat berbagi dan kepedulian sosial yang sangat baik,” ujarnya.
Berdasarkan data yang masuk, kontribusi terbesar dari lingkungan AUM berasal dari SMK Muhammadiyah Kudus dengan 31 ekor sapi.
Sementara Universitas Muhammadiyah Kudus menghimpun 9 ekor sapi.
Di tingkat cabang, PCM Gebog menjadi penyumbang terbanyak dengan 82 ekor sapi dan 69 kambing. Disusul PCM Dawe yang menghimpun 49 sapi, 2 kerbau, dan 21 kambing.
PCM Kaliwungu mencatat 37 sapi dan 49 kambing, sedangkan PCM Jekulo menyumbang 22 sapi dan 7 kambing.
Untuk kategori kerbau, jumlah terbanyak tercatat di PCM Bae sebanyak 6 ekor.
Sementara PCM Jekulo melaporkan 2 ekor kerbau, sedangkan beberapa cabang lain masing-masing menyumbang satu ekor kerbau.
Zulfa menjelaskan, pendataan dilakukan secara terpusat agar proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban dapat berjalan tertib dan merata.
Baca Juga: WUJUDKAN KOPERASI SEHAT, Begini Dekopinda Kudus Susun Program Kerja saat Musda
Data tersebut juga menjadi bahan evaluasi dalam pemerataan distribusi hewan kurban di wilayah Kudus.
“Data ini juga menjadi bahan evaluasi dan pemetaan distribusi agar manfaat kurban benar-benar dirasakan masyarakat luas,” katanya.
Ia menambahkan, jumlah hewan kurban masih berpotensi bertambah karena masih ada sejumlah PCM, ranting, maupun AUM yang belum menyelesaikan laporan pendataan. (dik)