KUDUS – Program budidaya ikan nila berbasis teknologi bioflok di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus mulai membuahkan hasil.
Kelompok Desa Mandiri Pangan (KDMP) setempat melaksanakan panen perdana ikan nila pada Jumat (22/5) dari bantuan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.
Panen dilakukan secara bertahap dengan hasil awal mencapai 300 kilogram ikan nila dari total 24 kolam bioflok yang tersedia.
Baca Juga: PEDAGANG PROTES, Kanopi Pasar Bitingan Kudus Dibongkar, Ini Alasan Pembongkaran
Sebagian ikan lainnya masih dalam proses pembesaran dan dijadwalkan dipanen dalam waktu dekat.
Kepala KDMP Desa Undaan Lor, Rifan Hamim mengatakan, hasil panen ini membuktikan bahwa budidaya ikan nila menggunakan kolam terpal mampu menghasilkan ikan berkualitas dan bernilai jual tinggi.
Ikan yang dipanen saat ini berusia sekitar empat hingga lima bulan dengan bobot rata-rata 4 hingga 5 ons per ekor.
Menurutnya, ukuran tersebut telah memenuhi kebutuhan pasar, terutama rumah makan dan restoran di wilayah Undaan dan sekitarnya.
Saat ini, KDMP telah bekerja sama dengan sedikitnya lima restoran untuk pemasaran hasil panen.
Selain itu, pihaknya juga mulai menjajaki kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung kebutuhan bahan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Total terdapat 24 kolam bioflok berdiameter empat meter dengan kapasitas sekitar 700 ekor ikan per kolam atau mencapai 16.800 ekor ikan.
Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 15 ribu ekor mampu bertahan hingga masa panen.
Baca Juga: MIRIS, Rumah Warga Kudus Nyaris Roboh Masih Ditempati, Endhah Sam'ani: Ini Membahayakan!
Dengan asumsi tiga ekor per kilogram, produksi ikan nila diproyeksikan mampu mencapai lima ton setiap siklus panen.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetyo menyampaikan, program budidaya ikan tematik ini merupakan bantuan KKP RI melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tahun Anggaran 2025.
Di Kabupaten Kudus, bantuan serupa juga diberikan kepada Desa Karangrowo.
Sementara itu, Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie menilai program bioflok tidak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat desa, tetapi juga mendukung ketahanan pangan nasional.
Hasil budidaya tersebut dinilai strategis untuk mendukung kebutuhan pangan program MBG. (dik/him)