Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Angin Kencang Sapu Kantor Kelurahan Mlatinorowito, Atap Aula Ambruk

Abdul Rochim • 2026-03-28 17:16:15

ROBOH: Kantor Kelurahan Mlatinorowito, Kecamatan Kota mengalami insiden roboh di bagian atapnya, Jumat (27/3). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)
ROBOH: Kantor Kelurahan Mlatinorowito, Kecamatan Kota mengalami insiden roboh di bagian atapnya, Jumat (27/3). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)

KUDUS – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Kudus mengakibatkan atap aula Kantor Kelurahan Mlatinorowito, Kecamatan Kota, roboh pada Jumat (27/3) sekitar pukul 04.00 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras disertai angin kencang mengguyur sejak Kamis malam hingga dini hari.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Baca Juga: Warga Singocandi Kudus Dikejutkan Penemuan Lansia Meninggal di Rumah, Diduga Sudah Tiga Hari

Namun kerusakan material tergolong cukup parah karena sebagian besar struktur atap runtuh dan menimpa bagian dalam aula.

Lurah Mlatinorowito, Ainnur, menjelaskan bahwa informasi kejadian pertama kali diterima dari petugas yang mengetahui langsung kondisi bangunan saat hujan mencapai intensitas tinggi pada dini hari.

“Atap roboh saat hujan deras sekitar pukul 04.00 WIB,” ujarnya.

Ia menambahkan, aula tersebut merupakan bangunan lama yang telah berdiri sejak era 1990-an.

Meski demikian, bagian atap sempat diperbaiki pada 2022 dengan anggaran hampir Rp 200 juta. Kejadian ini cukup mengejutkan karena perbaikan belum berlangsung lama.

Pihak kelurahan langsung melakukan penanganan awal dengan menutup akses menuju aula guna menghindari risiko lanjutan.

Area sekitar juga dipasangi pembatas karena masih terdapat material bangunan yang berserakan.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah kelurahan telah melaporkan insiden tersebut kepada pihak kecamatan dan Inspektorat untuk dilakukan audit guna mengetahui penyebab pasti robohnya atap bangunan.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini dan saat ini masih menunggu hasil audit dari Inspektorat,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, menyebut cuaca ekstrem juga memicu sejumlah kejadian lain di beberapa wilayah, seperti pohon tumbang dan tanggul jebol di wilayah Pladen, Kecamatan Jekulo.

BPBD Kudus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama masa pancaroba yang diperkirakan berlangsung hingga pertengahan April 2026.

“Kami mengingatkan masyarakat agar berhati-hati karena potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi,” pungkasnya.



 

Editor : Abdul Rochim
#atap roboh #kantor kelurahan #Mlatinorowito #bangunan ambruk #bencana hidrometeorologi #pancaroba #kerusakan bangunan #cuaca ekstrem #hujan deras #kudus #inspektorat #pohon tumbang #bpbd kudus #angin kencang #tanggul jebol