Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Kerap Terendam Banjir, Warga Karangrowo Kudus Inisiatif Tinggikan Jalan secara Swadaya

Abdul Rochim • Jumat, 20 Februari 2026 | 12:49 WIB

PROSES: Petugas mengoperasikan alat berat guna membantu meratakan batu kapur untuk peninggian jalan di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kudus Selasa (17/2). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)
PROSES: Petugas mengoperasikan alat berat guna membantu meratakan batu kapur untuk peninggian jalan di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kudus Selasa (17/2). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)

KUDUS – Warga Dukuh Krajan, Desa Karangrowo, memilih bergerak sendiri menghadapi banjir tahunan yang kerap merendam akses utama lingkungan mereka.

Tanpa melibatkan anggaran desa, masyarakat di Dukuh Krajan berinisiatif melakukan peninggian jalan secara swadaya demi memastikan mobilitas tetap berjalan saat musim penghujan.

Pantauan lokasi, jalan tersebut berada di timur Masjid Baitun Na'im Karangrowo.

Material batu kapur telah berada di lokasi, sebagian telah diratakan agar bisa dilewati kendaraan.

Jalan tersebut cukup banyak kendaraan roda dua yang melintas, kadang truk juga.

Sementara di ujung lain, terdapat excavator yang sedang dioperasikan untuk meratakan batu kapur.

Truk Dump juga datang untuk mengirim batu kapur.

Salah satu warga RT 1 RW 2, Hawi Sukamto, mengatakan genangan air di wilayah tersebut hampir setiap tahun terjadi.

Bahkan, banjir terakhir nyaris mencapai ketinggian 130 sentimeter.

“Kalau banjir datang, warga tidak bisa lewat. Air bisa sampai setinggi perut orang dewasa,” ujarnya, Selasa (17/2).

Menurut dia, jalan tersebut merupakan akses penting karena juga menjadi penghubung menuju wilayah Kabupaten Pati.

Kondisi jalan sebenarnya cukup baik, namun posisinya terlalu rendah sehingga mudah terendam ketika debit air meningkat.

Melalui kesepakatan bersama, warga dari 10 RT di RW 2 sepakat melakukan pengurugan secara gotong royong.

Total sepanjang 200 meter jalan yang akan ditinggikan.

Rinciannya, jalan sepanjang 50 meter dengan lebar enam meter akan ditinggikan hingga 80 sentimeter.

Sementara bagian lain direncanakan ditinggikan sekitar 50 sentimeter.

Untuk merealisasikan proyek tersebut, diperkirakan dibutuhkan sekitar 150 truk dump batu kapur dan kerikil.

Setiap satu truk material dihargai sekitar Rp 500 ribu. Pengurugan sudah berlangsung selama sepekan dan dikerjakan secara bertahap sesuai kemampuan dana swadaya warga.

Kepala Desa Karangrowo, Heri Darwanto, membenarkan bahwa peninggian jalan tersebut murni inisiatif masyarakat.

Ia menyebut jalan itu berstatus jalan kabupaten sehingga pemerintah desa tidak berani mengalokasikan anggaran untuk pengurugan permanen.

“Informasinya ini hanya pengurugan padas. Itu termasuk jalan kabupaten, jadi nanti akan diusulkan untuk pengecoran.

Dulu juga sudah pernah saya usulkan peninggian jalan karena memang tiap tahun terendam banjir,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Harry Wibowo, saat dikonfirmasi terkait rencana tindak lanjut penanganan jalan tersebut, belum memberikan respons hingga berita ini diturunkan. (dik)

Editor : Abdul Rochim
#warga Kudus swadaya tinggikan jalan #kudus #Swadaya