Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Usir Jenuh di Pengungsian, Bidan Ajak Korban Banjir di Kudus Bergerak dan Tersenyum

Abdul Rochim • Senin, 19 Januari 2026 | 11:45 WIB
JAGA KEBUGURAN: Pengungsi mengikuti senam bersama dengan IBI Kudus.
JAGA KEBUGURAN: Pengungsi mengikuti senam bersama dengan IBI Kudus.

KUDUS — Hari-hari di pengungsian akibat banjir yang belum sepenuhnya surut meninggalkan rasa rindu rumah bagi warga Kabupaten Kudus.

Setelah hampir sepekan bertahan di posko, kejenuhan mulai terasa.

Untuk mengembalikan semangat para pengungsi, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kudus menghadirkan aktivitas senam bersama sebagai hiburan sekaligus sarana menjaga kebugaran.

Kegiatan tersebut digelar di Aula TPQ Khurriyatul Fikri, Minggu (18/1).

Suasana posko yang biasanya lengang mendadak berubah lebih hidup.

Alunan musik dan gerakan senam mengundang pengungsi keluar dari rutinitas monoton mereka.

Warga dari Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, tampak antusias mengikuti arahan instruktur.

Dari anak-anak hingga lanjut usia, semua larut bergerak bersama.

Senyum dan tawa lepas menghiasi wajah para peserta, mencairkan beban yang selama ini mereka rasakan.

Salah satu pengungsi, Ngatminah (53), mengaku kegiatan tersebut membuat tubuhnya terasa lebih segar.

Dengan lincah ia mengikuti gerakan senam, bahkan sempat merekam momen kebersamaan itu menggunakan telepon genggamnya.

“Rasanya lebih enak, badan jadi ringan. Lumayan buat menghilangkan bosan selama di pengungsian,” ujarnya.

Ngatminah mengungsi bersama anaknya sejak awal pekan lalu.

Meski air tidak sampai masuk ke rumah, genangan banjir yang menutup akses jalan membuatnya memilih tinggal sementara di posko agar anaknya tetap bisa berangkat sekolah.

“Rumah aman, tapi jalannya tidak bisa dilewati. Jadi lebih tenang kalau mengungsi dulu,” tuturnya.

Kondisi banjir di wilayah Dukuh Goleng sendiri dilaporkan mulai berangsur surut.

Jika situasi terus membaik, para pengungsi direncanakan kembali ke rumah masing-masing pada hari yang sama.

Ketua IBI Kudus, Darini, menyampaikan bahwa kegiatan senam dan trauma healing ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi fisik dan psikologis warga terdampak banjir.

Selain pendampingan mental, IBI juga aktif menyalurkan bantuan kebutuhan dasar.

“Sejak 15 Januari kami sudah mendistribusikan bantuan seperti sayuran, telur, dan kebutuhan pokok lainnya ke sejumlah posko,” jelas Darini.

IBI Kudus telah menggelar kegiatan trauma healing di lima titik pengungsian, antara lain di Pasuruhan Lor, Jati Wetan, Karangrowo, NU Center Loram, serta Balai Desa Gulang.

Melalui kegiatan ini, warga diharapkan tetap terhibur, sehat, dan memiliki semangat menghadapi situasi darurat di tengah cuaca ekstrem yang masih berlangsung. (gal/him)

Editor : Abdul Rochim
#trauma healing korban banjir di Kudus #ikatan bidan indonesia (ibi)