KUDUS – PC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kudus menyampaikan sikap resmi terkait polemik penampilan senam dalam acara KONI Kudus yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Ketua PC GP Ansor Kudus menyampaikan bahwa pihaknya walaupun sikap terbuka dan permintaan maaf yang telah disampaikan Ketua KONI Kudus kepada Bupati.
Dan juga masyarakat sebagai tanggung jawab moral dalam merespons aspirasi publik.
Namun demikian, GP Ansor Kudus menegaskan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Kudus dikenal luas sebagai Kota Santri, kota yang memiliki sejarah panjang dalam tradisi keislaman, adab, dan nilai-nilai kearifan lokal yang harus dijaga bersama.
Pihaknya menilai permintaan maaf adalah langkah awal saja, namun ke depan harus ada evaluasi menyeluruh.
"Setiap kegiatan publik di Kudus wajib mempertimbangkan norma agama, budaya, dan sensitivitas masyarakat,” tegas Ketua PC GP Ansor Kudus.
GP Ansor Kudus mengajak seluruh pihak, termasuk penyelenggara kegiatan olahraga, seni, dan hiburan, untuk *lebih selektif dan bijak* dalam menampilkan pertunjukan di ruang publik.
Prestasi olahraga dan kreativitas seni harus tetap berjalan seiring dengan penghormatan terhadap nilai moral dan karakter masyarakat Kudus.
Sebagai organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama, GP Ansor Kudus siap bersinergi dengan elemen masyarakat lainnya.
Ini juga dalam rangka menjaga harmoni sosial serta marwah Kudus sebagai kota religius yang menjunjung tinggi etika dan akhlak.
“Kudus bukan hanya kota prestasi, tetapi juga kota adab dan akhlak. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (*/him)
Editor : Abdul Rochim