KUDUS — Ribuan pelajar di wilayah kerja SPPG Dersalam hari ini, Kamis (20/11/2025), terpaksa tidak menerima menu Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah dapur layanan menghentikan aktivitas produksi akibat telatnya pencairan dana dari pemerintah pusat.
Total 3.295 siswa yang biasanya menerima jatah makan harian harus absen sementara, menyusul keputusan mendadak yang diumumkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dersalam Yayasan Al Laits Bin Saad pada Kamis pagi.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Kudus sekaligus Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, langsung turun tangan setelah menerima laporan bahwa dapur MBG di SPPG Dersalam menghentikan operasional.
Ia menuju lokasi untuk memastikan penyebab serta mencari solusi cepat agar layanan tidak berhenti terlalu lama.
Menurut informasi internal, keterlambatan pencairan dana dari pusat membuat dapur tak mampu menutup biaya operasional seperti pembelian bahan baku, ongkos tenaga kerja, hingga logistik pendukung lainnya.
Kondisi ini membuat pihak SPPG memilih menghentikan produksi demi menghindari penurunan kualitas gizi dan standar kebersihan makanan.
Penghentian sementara ini langsung memicu kekhawatiran orang tua dan pihak sekolah, terutama karena wilayah kerja SPPG Dersalam termasuk salah satu penyedia layanan dengan jumlah penerima terbesar di Kabupaten Kudus.
Satgas MBG Kabupaten Kudus memastikan sedang melakukan koordinasi intensif agar pencairan dana dapat segera dipercepat.
Pemerintah daerah berharap layanan makan harian bisa kembali normal dalam waktu dekat, mengingat program MBG sangat penting untuk menunjang kesehatan siswa, terutama dari keluarga kurang mampu.
Pemkab juga mengimbau sekolah untuk tetap melakukan pemantauan kondisi siswa selama masa penghentian layanan, sembari menunggu keputusan lanjutan dari pusat.(*)
Editor : Alfian Dani