Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Sempat Mandek, Pembangunan Pasar Babe Kudus Kembali Jalan, Harapan Baru Bagi Ratusan Pedagang Korban Kebakaran!

Alfian Dani • Jumat, 31 Oktober 2025 | 05:15 WIB
PROYEK: Petugas pembangunan Pasar Babe mulai mengerjakan proyek tahap dua kemarin.(ANDIKA TRISNA SAPUTRA)
PROYEK: Petugas pembangunan Pasar Babe mulai mengerjakan proyek tahap dua kemarin.(ANDIKA TRISNA SAPUTRA)

 

KUDUS – Setelah sempat terhenti selama beberapa bulan, pembangunan Pasar Barang Bekas (Babe) di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus kembali berlanjut.

Proyek ini menjadi bagian penting dari upaya pemulihan ekonomi pasca kebakaran besar pada 2024 lalu, yang meluluhlantakkan sebagian besar kios pedagang.

Pantauan di lapangan, Kamis (30/10), menunjukkan empat pekerja mulai sibuk memasang kayu pondasi (boplang) di area proyek.

Di sisi timur lokasi, tampak papan informasi proyek yang mencantumkan nilai kontrak sebesar Rp1,117 miliar dengan masa pengerjaan 70 hari kalender, hingga 30 Desember 2025.

Salah satu pedagang sekaligus pengurus Pasar Babe, Hariyanto, mengatakan pembangunan lanjutan ini membawa angin segar bagi para pedagang yang selama ini masih bertahan di lapak darurat.

“Kami masih berjualan di lapak sementara. Sekarang sudah mulai ramai lagi, tapi semua berharap bisa segera pindah ke los baru,” ujarnya.

Ia menjelaskan, total pedagang Pasar Babe mencapai 276 orang, namun yang aktif berjualan saat ini belum sampai separuhnya. Sebagian pedagang masih menunggu los baru selesai, sekaligus menyiapkan modal untuk pindah.

“Kami berharap los nanti disekat. Sebelum ada sekat, kami belum berani pindah. Sudah kami ajukan ke bupati supaya bisa dibuatkan sekat antar pedagang,” tambahnya.

Bangunan yang sedang dikerjakan memiliki ukuran sekitar 18x44 meter, dengan tambahan lebar dua meter di sisi kanan kiri-sama seperti los pertama yang rampung akhir 2024 lalu.

Kedua los nantinya akan menampung seluruh pedagang, dengan ukuran tiap ruang sekitar 1,8x2 meter, sehingga pedagang memiliki tempat yang lebih layak dan tertata.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Djati Solechah, menegaskan bahwa pembangunan tahap kedua ini diharapkan selesai tepat waktu agar pedagang bisa segera menempati bangunan baru.

“Mudah-mudahan cepat rampung supaya bisa segera dimanfaatkan. Pedagang sudah cukup lama berjualan di lapak darurat setelah kebakaran,” katanya.

Terkait usulan penyekatan los, Djati menjelaskan hal itu belum dapat direalisasikan dalam proyek kali ini karena tidak termasuk dalam rancangan anggaran.

“Pembangunan sekarang ini sesuai dengan desain dan kontrak yang sudah disetujui. Untuk sekat antar los, kemungkinan bisa dibahas di tahap berikutnya,” jelasnya.

Dengan dimulainya kembali pembangunan Pasar Babe, aktivitas ekonomi di sektor barang bekas Kudus diharapkan segera pulih, sekaligus menjadi awal penataan pasar tradisional yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli. (*)

Editor : Alfian Dani
#pasar babe kudus #Jati Wetan #ekonomi kudus #pedagang Kudus #pasar tradisional #dinas perdagangan kudus