KUDUS – Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuat langkah nyata dan terukur dengan meluncurkan program kesehatan masif.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, mulai mengerahkan tim Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang akan menyambangi 5.419 pesantren di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Program ini digulirkan sebagai upaya serius Pemprov untuk memastikan kualitas layanan kesehatan bagi para santri, khususnya dalam aspek pencegahan penyakit menular yang rentan menyebar di lingkungan padat seperti pesantren.
Aksi Nyata Pemprov, Bukan Hanya Seremonial
Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa program Speling adalah bukti komitmen nyata pemerintah daerah dalam memberikan perhatian ekstra terhadap kesehatan para santri.
"Pemprov Jateng tidak hanya fokus pada upacara peringatan, tetapi juga melakukan aksi konkret. Hari ini, tim dokter spesialis kami hadir langsung di basis santri, yaitu pesantren. Sebanyak 5.419 pesantren akan menjadi target utama," ungkapnya usai memimpin upacara peringatan HSN 2025 di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, kemarin.
Program Speling akan difokuskan untuk mengidentifikasi dan menangani penyakit yang mudah menular, seperti Tuberkulosis (TBC) dan berbagai penyakit kulit.
Selain pemeriksaan rutin, tim dokter juga akan melakukan tracing kesehatan secara menyeluruh guna memastikan tidak adanya potensi wabah di lingkungan pesantren.
"TBC menjadi prioritas utama pemerintah. Jika ditemukan satu kasus pada santri, seluruh pesantren harus segera dilakukan pemeriksaan komprehensif," tegas Luthfi.
Kesehatan Santri adalah Investasi Masa Depan Bangsa
Gubernur menilai, perhatian penuh terhadap kesehatan santri bukan sekadar tugas pelayanan publik, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia.
"Para santri adalah generasi produktif. Jika mereka berada dalam kondisi sehat optimal, maka mereka akan tumbuh menjadi anak bangsa dengan kreativitas tinggi dan daya saing global," tambahnya.
Selain program Speling, Pemprov Jateng juga meluncurkan inisiatif lain yang mendukung pesantren, salah satunya adalah pengembangan program Pesantren Obah.
Program ini kini diperkuat dengan adanya beasiswa studi bagi santri dan pengasuh pesantren yang memenuhi kualifikasi, termasuk kesempatan melanjutkan pendidikan ke luar negeri, seperti Mesir dan Yaman.
Peringatan HSN 2025 tingkat Provinsi Jawa Tengah dipusatkan di Kabupaten Kudus, diawali dengan pameran UMKM santri dan Jateng Bersholawat.
Ribuan santri dari berbagai wilayah memadati Alun-alun Simpang Tujuh Kudus dalam apel akbar.
Di akhir sambutannya, sebelum membacakan amanat Menteri Agama, Ahmad Luthfi berpesan agar para santri senantiasa menjunjung tinggi semangat perjuangan para kiai pendahulu.
"Hari Santri adalah waktu yang tepat untuk mengenang perjuangan kiai dan santri dalam membela tanah air, berlandaskan hubbul waton minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman).
Selamat Hari Santri, Hidup Santri!" serunya, disambut pekik takbir penuh semangat oleh ribuan santri yang hadir.
Editor : Alfian Dani