Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

MIRIS! Puluhan ASN Kudus Kedapatan Manipulasi Foto dan Fake GPS Absensi Digital

Indah Susanti • Senin, 9 Juni 2025 | 21:43 WIB
APEL PAGI: ASN di Kudus berbaris rapi saat mengikuti kegiatan apel pagi di Pendapa Kabupaten Kudus.
APEL PAGI: ASN di Kudus berbaris rapi saat mengikuti kegiatan apel pagi di Pendapa Kabupaten Kudus.

KUDUS – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kudus menemukan adanya indikasi penggunaan aplikasi fake GPS dan manipulasi foto oleh beberapa ASN dalam sistem absensi digital.

Meski jumlah pelanggar tidak banyak, temuan ini tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk menjaga integritas dan kedisiplinan pegawai.

Kepala BKPSDM Kudus Putut Winarno mengungkapkan, sebelum temuan ini terjadi, sistem absensi digital sempat menunjukkan data yang mencurigakan, kemudian terdeteksi melalui patroli sistem internal.

“Kalau pegawai terus-menerus absen di lokasi yang sama secara tidak wajar, itu akan kelihatan. Dari situ kami lakukan pemanggilan,” ujarnya.

Setelah dipanggil dan diberikan pembinaan, sebagian besar ASN yang terindikasi langsung memperbaiki perilakunya.

Winarno membeberkan, ada puluhan ASN yang kedapatan memakai fake GPS dan Photo Location,” ujarnya.

ASN yang melanggar absensi tersebut, mayoritas berasal dari sektor pendidikan, seiring dengan tingginya komposisi pegawai dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) di Kudus.

“Kalau diingatkan dan sudah tidak mengulangi, kami bina. Tapi kalau sudah diingatkan dan masih mengulangi, baru akan dikenai sanksi disiplin sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

BKPSDM Kudus menekankandi era digital seperti sekarang, semua pola manipulasi absensi sangat mudah terdeteksi oleh sistem yang terus diperbarui.

Ia juga mengimbau kepada seluruh ASN agar tidak mencoba mengakali sistem digital.

“Kalau menggunakan fake GPS, polanya kelihatan. Kalau pakai foto yang tidak sesuai, itu juga bisa dilihat dari metadata. Sistem ini terus kami upgrade,” katanya.

Menurutnya, ketidakjujuran dalam hal absensi tidak hanya mencoreng integritas ASN, tetapi juga akan berujung pada sanksi yang bisa merugikan karier pegawai tersebut.

Sistem ini bukan hanya soal absen, tapi soal tanggung jawab.

BKPSDM Kudus optimistis, dengan pembinaan yang dilakukan serta peningkatan sistem absensi digital secara berkala, angka pelanggaran akan terus menurun.

Yang penting, ada kesadaran dari diri masing-masing ASN untuk bersikap jujur dan disiplin. (san/amr)

 

Editor : Syaiful Amri
#fake gps #foto palsu #pppk #pelanggaran #kudus #asn #absensi