Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

100 Hari Kerja Bupati Kudus Sam’ani dan Wabup Bellinda! Blusukan-Live Medsos, Dengarkan Keluhan, Selesaikan Masalah

Indah Susanti • Jumat, 30 Mei 2025 | 19:56 WIB
100 HARI KERJA : Bupati Kudus Sam
100 HARI KERJA : Bupati Kudus Sam

KUDUS – Gaya blusukan langsung dan serap aspirasi.

Metode keduanya live dan tidak live di media sosial. Itu menjadi ciri khas Bupati Kudus Sam'ani bersama Wabup Bellinda.

Bupati Sam’ani lewat IG-nya, Samani Intakoris dan tiktok samani_intakoris.

Sementara Wabup Bellinda melalui media sosialnya IG-nya, BB dan tiktok Bellindabirton.

Wabup Bellinda biasa serap aspirasi warga lewat live tiktok.

Kemudian ia tindak lanjuti keluhan itu.

Blusukan keduanya seringkali sendirian atau ditemani dengan timnya.

Blusukan mulai dari desa hingga menyambangi pasar tradisional.

Bupati dan Wabup berbagi tugas atau bersama-sama kemudian segera didiskusikan.

Sehingga keluhan masyarakat atau permasalahan yang ditemukan di lapangan semakin akurat.

Bupati Kudus Sam'ani mengatakan, visi misi terpenuhi masyarakat sejahtera, tidak bermasalah hukum, hingga selesai dengan keyakinan masing-masing, kemudian ciptakan rasa aman, nyaman dan rasa kebersamaan gotong royong.

”Kemiskinan berkurang, kematian ibu anak berkurang, pendapatan masyarakat tidak terlalu jauh. Inilah pokok permasalahan yang utama di selesaikan,” imbuhnya.

Gaya blusukan Bupati Kudus Sam'ani, tiap pagi jalan-jalan.

Meninjau kondisi pasar pagi sayur, kemudian ada beberapa kegiatan jalan pagi bupati meninjau usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Dukuh Sawah Tengah, perbatasan antara Desa Pasuruhan Lor dan Kidul.

Ia pun membagikan celemek untuk para pedagang kaki lima (PKL) secara mendadak di sekitaran Alun-alun Kudus.

Demi menjaga kebersihan dagangan mereka. Agar tetap higienis.

Sam’ani maupun Bellinda setiap jalan-jalan pagi atau sore, tak lupa menyapa masyarakat.

Gaya yang merakyat dengan pakaian non-dinas ini membuat keduanya bisa membaur dengan warga.

Warga minta foto dengan keduanya tak lagi berjarak.

Begitu juga saat jagongan.

Sam’ani juga konsisten jalan dan makan di warung-warung dan PKL makanan warga.

Sebagaimana ia lakukan sebelum Pilkada lalu.

Momen ini ia gunakan dekat dengan warga yang kebetulan saat di warung itu.

Salah satunya sarapan bersama pekerja PT Pura yang baru pulang kerja, setelah shift malam.

”Sarapan di PKL. Mereka ini pedagang yang turut memutar roda perekonomian di Kudus,” jelasnya.

Tak hanya dekat dengan masyarakat, Bupati Kudus Sam'ani dalam memimpin Kudus juga menata sumber daya manusia di organisasi perangkat desa (OPD).

Dengan menerapkan membuat matrik, identifikasi, dan solusi permasalahan di setiap dinas.

Salah satu itu untuk menerapkan proyeksi untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

Skala prioritas inilah yang menjadi patokan Sam’ani dalam membenahi Kudus. Menurutnya, kerja yang dilakukannya menyesuaikan dengan anggaran yang saat ini terbatas.

Ia juga menyampaikan, salah satu program prioritas mengembalikan Rp 1 juta untuk Honorarium Kesejahteraan Guru Swasta (HKGS) sebentar lagi bisa diwujudkan.

“Perdanya sudah ada dan saat ini proses verifikasi ke Gubernur Jawa Tengah. Target kami Juli sudah bisa dijalankan untuk HKGS. Saya bersama mbak Bellinda banyak rencana-rencana untuk membenahi Kudus, terutama bangunan yang mangkrak, tapi kembali lagi melihat kemampuan anggaran yang dimiliki Kabupaten Kudus,” jelasnya.

Bupati Kudus Sam'ani membuat evaluasi dan identifikasi permasalahan yang dicatat didalam buku agenda kerja.

Di bawah kepemimpinannya, setiap OPD membuat matrik, identifikasi dan solusi permasalahan.

Lalu, membuat bagan juga inventarisasi aset-aset mangkrak.

Aset-aset mangkrak juga sudah ia tulis, diantaranya, eks Matahari, eks Gedung Ngasirah, Videotron di Balai Jagong yang mati, parkir Pasar Kliwon, kemudian bangunan di desa-desa yang dulunya diperuntukkan PKL yang dibangun oleh Dinas Perdagangan yang sekarang rusak bangunannya.

Terminal Colo tidak maksimal, SD-SD yang di-regrouping yang asetnya mangkrak dan lain-lainnya.

”Ini semua dari hasil belajar dan pengamatan di lapangan. Jadi, sudah saya buat bagan semua identifikasi permasalahan di Kudus,” ujarnya.

Sementara itu, Wabup Kudus Bellinda Birton yang menjadi perhatiannya, keluh kesah yang melintas di medsos miliknya.

Begitu ada keluhan atau laporan warga yang ada di Tiktok, sebisa mungkin langsung ditindaklanjuti.

Wabup Bellinda beberapa kali meninjau pasar tradisional.

Salah satunya di Pasar Bitingan.

Ia berbincang-bincang langsung dengan pedagang dan menemui permasalah sepi, karena ada pasar sayur pagi.

Hal tersebut langsung di respon oleh Wabup Bellinda dan langsung koordinasi dengan Dinas Perdagangan Kudus untuk menertibkan pedagang sayur pagi dan saat ini mulai tertib.

Diberi batas waktu sampai pukul 06.30 harus sudah bersih.

Bellinda juga berkeliling di area car free day (CFD) dan mendapatkan keluhan parkir ditarif dengan harga Rp 3.000 tidak sesuai dengan perda yang ada. Kemudian, pihaknya berkoordinasi dengan Dishub langsung ditindaklanjuti dan Bellinda memerintahkan untuk memasang plang yang cukup besar tarif parkir sesuai perda.

”Saya banyak menemukan masalah dengan cara turun langsung ke lapangan. Ya, lebih suka terjun ke masyarakat,” jelasnya.

Wabup Bellinda sangat konsen tentang kesehatan.

Baru-baru ini ia bersama Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) juga sosialisasi kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Jekulo terkait pemberantasan sarang nyamuk (PSN berantas jentik nyamuk yang bisa menimbulkan demam berdarah. (san/zen/amr)

 

Editor : Syaiful Amri
#bupati kudus samani #kudus #blusukan #100 hari kerja #tiktok #medsos #Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton