KUDUS, Radar Kudus – Revitalisasi Pasar Barang Bekas (Babe) di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus sampai Selasa (22/10) masih belum di mulai.
Para pedagang Pasar Babe keluhkan kondisi ekonomi disana.
Para pedagang mengaku sangat kesulitan dengan kondisi yang dialami pasca kebakaran.
Meskipun omzet menurun, mereka tetap bekerja dan membangun lapak di lokasi sementara area pasar menggunakan dana pribadi.
Sambil menunggu pemerintah melakukan revitalisasi.
Lokasi sementara merupakan tempat parkir Pasar Babe. Lokasi tersebut sering alami banjir ketika hujan deras karena luapan dari sungai kecil depan pasar.
Ketua Paguyuban Pasar Babe, Yanto mengatakan hasil rapat dengan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus (2/9) bahwa Pihak Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus saat ini masih menunggu hasil Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Jateng.
Setelah hasil Puslabfor turun, baru bisa dilakukan revitalisasi Pasar Babe.
Padahal, dana dari APBD Kabupaten Kudus 2024 sebesar Rp 1,5 miliar harus segera digunakan sebelum akhir tahun.
Dana tersebut akan ditarik oleh pusat apabila dana tersebut belum digunakan untuk revitalisasi.
“Kami membuat lapak sementara itu ya menggunakan uang kami sendiri. Tidak ada bantuan sama sekali dari pemerintah ataupun Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus,” ujarnya.
Beberapa pedagang memilih tidak berjualan lagi karena tidak mempunyai modal. Selain itu ada yang putar haluan menjadi kuli bangunan.
Salah satu pedagang, Agus menyampaikan keluhannya tentang omzetnya yang turun sebab sedikit pembeli yang datang.
“Seringkali banyak pelanggan saya yang datang, namun tidak tau lokasi lapak saya yang baru,” terangnya.
Senada, pedagang lainnya, Iswatin mengaku bahwa omzet yang didapat jauh berbeda sebelum Pasar Babe terbakar.
“Ya mau bagaimana lagi. Dapat pemasukan berapapun harus disyukuri, tidak usah mengeluh. Kami (para pedagang Pasar Babe) berharap revitalisasi tersebut segera dilakukan,” tutupnya. (dik/him)
Editor : Abdul Rochim