Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Seorang Ayah di Kudus Nekat Habisi Nyawa Anak Kandungnya dengan Linggis, Begini Pengakuan Terduga Pelaku

Galih Erlambang Wiradinata • Kamis, 17 Oktober 2024 | 02:27 WIB

 

NAHAS: Garis polisi terpasang di depan rumah pelaku pada Rabu (16/10). (DONNY SETIYAWAN/RADARPATI)
NAHAS: Garis polisi terpasang di depan rumah pelaku pada Rabu (16/10). (DONNY SETIYAWAN/RADARPATI)

KUDUS, RadarPati.ID – Kasus pembunuhan menggegerkan warga Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus, Selasa (15/10) malam.

Yang bikin pilu, terduga pelaku pembunuhan merupakan ayah kandung korban sendiri yang dilakukan saat korban sedang tidur.

Peristiwa pembunuhan ini, dilakukan di rumah pelaku S, di RT 3/RW 2, Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus.

Korban yang bernama Bambang Haryanto, 38, ini, kini menjadi warga Desa Ketanjung, Karanganyar, Kabupaten Demak.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, korban tewas dipukul dengan linggis oleh ayah kandungnya. Antarkeduanya memang sering cekcok.

Termasuk korban dengan ibunya. Korban juga selalu meminta kepada ayahnya untuk menjual rumah yang ditinggali. Kemudian dibagi dua.

Kesal dengan anaknya itu, S memukul korban dengan linggis hingga tewas. Amarah itu, dilampiaskan pelaku pada Selasa malam sekitar pukul 23.00.

Saat korban tidur di ruang keluarga rumah S. Korban sendiri, sudah memiliki rumah dan menjadi warga Desa Ketanjung, Karanganyar, Demak.

Usai memukul anaknya itu, pelaku kemudian melapor ke tetangganya yang merupakan anggota polisi.

Sementara itu, saat Jawa Pos Radar Kudus menyambangi rumah pelaku sekaligus tempat kejadian perkara (TKP) kemarin, garis polisi masih terpasang.

Para saudara dan tetangga sudah tiba di lokasi. Sedangkan jenazah korban masih di rumah sakit untuk diotopsi.

Adik korban, Jumanto menunjukkan lokasi tewasnya korban. Bambang tewas di ruang keluarga.

Saat kejadian itu, korban tidur di atas kasur lantai. Di lokasi masih ada percikan darah tercecer di lantai. Sementara kasur lantai tersebut, sudah terlipat.

Menurut Jumanto, kakaknya itu sudah sering cekcok dengan anggota keluarganya.

Sebelum tragedi pembunuhan itu, Bambang sempat bersi tegang dengan ibu kandungnya. Bahkan, teganya korban menendang ibu kandungnya.

Korban juga sering mengancam keluarganya. Di antara ancaman itu, bahkan korban nekat ingin membunuh ayah maupun ibunya serta ingin menghabisi nyawa istrinya sendiri.

”Sudah sering gegeran sebelumnya. Saya malah tidak mengetahui secara jelas tewasnya kakak saya. Karena saya sudah pisah rumah,” katanya.

Saat saudaranya tewas itu, Jumanto mengaku kaget. Ia yang baru sampai di rumah bergeges ke rumah orang tuanya.

Sesampainya di rumah ayahnya, sudah ada anggota polisi di depan rumah.

Jumanto yang ingin melihat kondisi saudaranya itu, dilarang polisi masuk ke lokasi. Sebab, sedang ada pemeriksaan lokasi oleh polisi.

Pas saya datang langsung tidak boleh masuk. Dari informasi yang saya peroleh, lukanya (korban) di bagian kepala,” katanya.

Dari informasi yang diperolehnya juga, saat itu korban datang ke rumah orang tuanya dalam kondisi terpengaruh minuman keras.

Atas kasus pembunuhan itu, S kini diamankan polisi. Sementara itu, Kapolsek Bae AKP Imam Soekirno membenarkan adanya pembunuhan itu.

Kasus tersebut kini tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Kudus. (gal/lin)

Editor : Abdul Rochim
#kudus #ayah pukul anak #pembunuhan #tempat kejadian perkara