Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Rebo Wekasan, Warga Jepang di Kudus Bagikan 10 Ribu Air Salamun

Abdul Rochim • Rabu, 4 September 2024 | 01:15 WIB

 

TRADISI: Masyarakat Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus tampak antusias mengikuti kirab banyu salamun tadi sore (9/3). (DONNY SETYAWAN / RADAR PATI)
TRADISI: Masyarakat Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus tampak antusias mengikuti kirab banyu salamun tadi sore (9/3). (DONNY SETYAWAN / RADAR PATI)

KUDUS, Radar Kudus - Warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus menggelar kirab banyu salamun setiap Rebo Wekasan atau hari Rabu terakhir bulan Safar.

Terdapat 1.400 peserta dari 28 kontingen mengikuti kirab tersebut.

Mereka terdiri dari instansi pendidikan, paskibra, drumband, organisasi masyarakat, dan UMKM. 

Kirab dimulai pukul 14.00, peserta kirab berjalan dari kantor Kecamatan Mejobo menuju Masjid Wali Al Makmur Desa Jepang.

Warga membawa gentong berisi air salamun dan beberapa ambengan dari hasil bumi yang diarak mengelilingi desa.

Juru Kunci Masjid Wali Al Makmur Fatkhur Rohman Aziz mengatakan, kirab dilakukan sebagai bentuk persembahan pada masjid peninggalan Sunan Kudus.

Sedangkan gentong yang diarak, sebagai simbol air salamun yang melindungi masyarakat Desa Jepang dari kesialan dan pembawa keberkahan.

"Masyarakat sangat antusias sekali dalam mengikuti kirab banyu salamun setiap Rebo Wekasan, " katanya kemarin.

Setelah pelaksanaan kirab, lanjutnya pihak panitia membagikan sepuluh ribu air salamun yang sudah dikemas dalam plastik.

Pembagian dimulai dari pukul 18.00 atau setelah salat Magrib sampai dengan 00.00 tengah malam.

Untuk mendapatkan air salamun, masyarakat harus antri terlebih dahulu. Apabila lewat dari tengah malam, masyarakat bisa mengambil air dengan wadahnya sendiri.

Menurutnya, selain masyarakat Desa Jepang warga dari luar Kudus juga berminat mengambil air salamun.

Air tersebut nantinya digunakan untuk mandi atau keperluan lainnya.

"Setelah masa pembagian, masyarakat bebas mengambil air salamun dengan membawa wadah dari rumah, " imbuhnya.

Tidak hanya itu, sebelumnya terdapat serangkaian acara dalam merayakan tradisi Rebo Wekasan.

Acara dimulai dari tanggal 27 Agustus - 3 September 2024. Diantaranya, khataman Quran bil ghoib dan bin nadhar dan pengajian. Kemudian puncak acara diisi kirab dan pembagian air salamun. (wat/him)

Editor : Abdul Rochim
#air salamun #kudus #desa jepang #Rebo Wekasan