KUDUS, RADARPATI.ID – Investor asing asal Tiongkok mensurvei lahan di Kecamatan Mejobo. Rencananya bakal dibangun pabrik tas.
Koordinator Penanaman Modal, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) Kudus Emy RH mengatakan, sebelumnya investor telah mensurvei lahan di Kecamatan Kaliwungu dan Jekulo pada Oktober tahun lalu.
Akan tetapi, belum sesuai harapan. Sebab lahan sebelumnya terlalu cekung.
Sehingga membutuhkan modal besar untuk menguruk.
Lalu pada Senin (4/3) di kantor DPMPTS Kudus, investor datang lagi.
Mendiskusikan kembali mengenai niatnya membangun pabrik tas di area Mejobo.
”Fasilitas yang bisa kami lakukan, dengan memberikan informasi lebih awal kepada calon investor terkait lahan yang dibutuhkan,” katanya kemarin.
Menurutnya, investor memilih lahan di Mejobo karena lokasinya berada dekat Semarang. Akses jalan tidak jauh dari Jalan Pantura.
“Karena masih ada hubungannya dengan pabrik di Jepara. Jadi pilihannya jika tidak dekat dari Jepara ya di Semarang,” imbuhnya.
Ia menyebut, pabrik tas rencananya dibangun di lahan seluas 10 hektare.
Pabrik itu diperkirakan dapat menyerap sekitar tiga ribu tenaga kerja.
Situasi ini menjadi peluang besar bagi Pemkab Kudus dalam mengembangkan perekonomian masyarakat.
”Kalau bisa kami dari pemerintah daerah melepas calon investor yang akan mengembangkan industri padat karya, ” terangnya.
Saat ini pihaknya masih mengkaji kembali mengenai lahan yang disurvei investor Tiongkok.
Selain itu, pihaknya terus berupaya untuk merealisasikan rencana pembangunan pabrik itu di Kudus.
”Akan kami kawal terus. Kami juga arahkan ke Dinas PUPR untuk mencarikan solusi sesuai dengan RTRW,” jelasnya.
Terpisah, Camat Mejobo Zaenuri mengatakan jika lahan yang disurvei investor berada di Desa Jepang.
Akan tetapi pihaknya belum bisa memastikan lokasi yang dimaksud.
Namun dari hasil kajian letaknya tidak jauh dari Jalan Pantura.
Sementara ini, pihaknya belum bisa memastikan kelanjutan dari rencana tersebut.
Akan tetapi, berharap investor tertarik untuk menanamkan usahanya di Kudus.
”Kalau kami pasti senang bilamana ada investor berkenan berinvestasi di wilayah kami. Karena dapat menyerap banyak tenaga kerja,” paparnya. (wat/zen/amr)