KUDUS, RADARPATI.ID – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Basuki Hadimuljono didampingi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro Mayjen TNI Tandyo Budi Revita, kembali meninjau pengerjaan perbaikan tanggul Sungai Wulan yang jebol di dua titik.
Ia mengatakan, saat ini sudah selesai dikerjakan. Sejak Rabu (14/2) 2024, dua titik tanggul jebol sudah ditutup semua.
Kini tinggal memperkuat dan membuat leveling (garis pola) dari arah jembatan, karena sudah banyak dipakai sehingga ada yang lendut-lendut.
Sementara itu, mengupayakan menghilangkan genangan banjir yang menggenangi perkampungan.
Sudah dikerahkan 22 unit pompa penyedot air dengan total kapasitas 11.500 liter per detik.
Awalnya mesin pompa penyedot yang dihadirkan berjumlah 12 unit, kemudian ditambah lagi menjadi 22 unit setelah mendatangkan pompa tambahan dari Solo, Surabaya, Cirebon, dan Jakarta.
Ia memperkirakan, dalam waktu dua hari genangan banjir yang menggenangi pemukiman warga di Kecamatan Karanganyar bisa surut.
Apalagi, untuk saat ini ketinggian air di area persawahan lebih tinggi, dibandingkan dengan di Sungai Wulan, sehingga bisa dialirkan dengan memanfaatkan perbedaan grafitasi ke sungai.
Terkait dengan genangan banjir yang meluas, hingga ke Mijen, Kabupaten Demak, diperkirakan juga dampak dari Karanganyar.
Namun, ketika penyedotan air selesai dikerjakan tentunya genangan banjir bisa diatasi.
Tanggul Sungai Wulan yang sebelumnya jebol, di antaranya ada yang memiliki panjang 20 meter dan 30 meter.
Kini, semuanya sudah berhasil ditutup sehingga air dari Sungai Wulan juga tidak lagi mengalir ke perkampungan warga di Desa Ketanjung dan Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. (san/him/ade)
Editor : Alfian Dani