Hingga Kamis (9/7) sore, upaya penyisiran yang dilakukan BPBD, Basarnas, relawan, dan kelompok nelayan masih belum membuahkan hasil.
Dua nelayan yang masih dalam pencarian adalah Bejo, warga Desa Srobyong, dan Legiman, warga Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo.
Keduanya diketahui berangkat melaut pada Selasa (7/7) sore menggunakan perahu Affan milik Andi, warga Desa Bondo, Kecamatan Bangsri.
Baca Juga: Begini Cara Bupati Wiwit agar Anak di Jepara Tidak Putus Sekolah
Namun, hingga dua hari kemudian keduanya tak kunjung kembali, sehingga pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, kondisi cuaca dan gelombang laut di lokasi pencarian relatif aman.
Meski demikian, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan perahu maupun kedua nelayan.
"Kondisi ombak aman, namun kami belum menemukan tanda-tanda untuk perahu yang kami cari," ujarnya, Kamis (9/7).
Operasi pencarian melibatkan sekitar 25 personel BPBD bersama relawan. Tim dibagi ke sejumlah titik agar area penyisiran semakin luas.
Satu tim BPBD menyisir perairan antara Jepara hingga jalur menuju Karimunjawa.
Sementara tim Basarnas yang terdiri atas delapan personel menggunakan KM SAR Sadewa melakukan pencarian di wilayah laut hingga merapat ke Karimunjawa.
"Hingga saat ini masih nihil," kata Arwin.
Selain personel gabungan, empat perahu milik kelompok nelayan juga diterjunkan untuk membantu pencarian.
Para nelayan melakukan penyisiran hingga malam hari guna memperbesar peluang menemukan korban maupun perahu yang digunakan.
BPBD memastikan operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan melibatkan Basarnas, Forum Nelayan (Fornel), relawan, serta unsur terkait lainnya hingga kedua nelayan berhasil ditemukan.
"Semoga dapat segera ditemukan," pungkas Arwin. (fik)
Editor : Abdul Rochim