Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

YES! Kentrung Resmi Masuk FTBI Jepara, Regenerasi Seniman Tradisi Mulai Terbentuk

Abdul Rochim • Senin, 22 Juni 2026 | 10:08 WIB

KHIDMAT: Para pemain kentrung tengah menampilkan pertunjukan pada Sabtu (20/6) malam, di Pendopo RA Kartini Jepara.
(SRKJ UNTUK RADAR PATI)

KHIDMAT: Para pemain kentrung tengah menampilkan pertunjukan pada Sabtu (20/6) malam, di Pendopo RA Kartini Jepara. (SRKJ UNTUK RADAR PATI)

JEPARA — Kesenian kentrung kini mendapat ruang lebih luas dalam upaya pelestarian budaya daerah.

Seni tutur tradisional khas Jepara itu resmi ditetapkan sebagai salah satu cabang lomba dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Lokal Kabupaten Jepara.

Pengukuhan tersebut berlangsung khidmat di Pendapa RA Kartini Jepara, Sabtu (20/6) malam.

Dendangan tembang dan alunan kentrung mengiringi acara yang dihadiri guru, pelajar, pegiat budaya, hingga pecinta seni tradisional.

Baca Juga: Predator Seksual Safiq Jepara Masuki Tahap Tuntutan Besok

Penetapan kentrung sebagai mata lomba FTBI menjadi tonggak penting dalam upaya regenerasi pelaku seni tradisi.

Kesenian yang selama ini identik dengan para seniman senior kini mulai dikenalkan dan dipelajari oleh generasi muda melalui lingkungan sekolah.

Pengukuhan dilakukan Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar dan disaksikan Dwi Laily Sukmawati, Ali Hidayat, serta maestro kentrung Jepara Mbah Parmo.

Menurut Ibnu Hajar, langkah yang dilakukan Yayasan Jungpara merupakan ikhtiar penting untuk menjaga keberlangsungan kesenian lokal.

Sebelumnya, yayasan tersebut menggelar workshop kentrung bagi guru SD dan SMP di seluruh Jepara sejak Januari hingga April 2026.

Program tersebut kemudian dilanjutkan dengan Lomba Kentrung Pelajar Jepara 2026 yang berhasil menarik antusiasme sekolah-sekolah.

Anak-anak yang sebelumnya hanya mengenal kentrung dari cerita kini mulai belajar menembang, memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta tampil di atas panggung.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Jepara menetapkan kentrung sebagai salah satu cabang lomba FTBI tingkat kabupaten.

Bahkan, kesenian khas pesisir itu berpeluang tampil lebih luas pada ajang FTBI Jawa Tengah.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, menyatakan pihaknya siap memberikan ruang bagi tim kentrung Jepara sebagai peserta eksibisi pada FTBI Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2026 mendatang.

Ia menilai langkah yang dilakukan Pemkab Jepara bersama Yayasan Jungpara merupakan praktik baik yang layak dicontoh daerah lain dalam menjaga keberlanjutan bahasa dan budaya lokal.

Sementara itu, Ketua Yayasan Jungpara Sarjono atau yang akrab disapa Mbah John menjelaskan pembinaan pelaku kentrung muda dilakukan melalui workshop di 16 kecamatan.

Dari hasil pembinaan tersebut, sebanyak 73 sekolah mengikuti lomba tahap awal.

Setelah melalui seleksi, 25 sekolah berhasil lolos ke babak final tingkat kabupaten yang terdiri atas 18 SD dan tujuh SMP.

Pada kategori SD, SDN 1 Panggang meraih juara pertama, disusul SDN 2 Panggang dan SDN 3 Krapyak.

Sementara kategori SMP dimenangkan MTs Tsamrotul Huda, diikuti SMPN 3 Kedung dan SMP UT Bumi Kartini.

Selain para pemenang utama, tujuh sekolah lainnya juga memperoleh penghargaan juara harapan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka dalam melestarikan kesenian tradisional Jepara.(fik)

 
 
 
 
 
Editor : Abdul Rochim
#pelestarian budaya #kentrung Jepara #FTBI Jepara 2026 #Yayasan Jungpara #seni tradisional Jepara