JEPARA — Ratusan umat Kristiani mengikuti Misa Vigili Paskah di Gereja Katolik Paroki Stella Maris Jepara pada Sabtu (4/4) malam.
Ibadah yang menjadi bagian penting dalam rangkaian Pekan Suci ini berlangsung khidmat dengan dihadiri lebih dari 500 umat, mulai dari orang tua, pemuda hingga anak-anak.
Sejak pukul 16.00, umat mulai berdatangan untuk mengikuti perayaan yang dimulai pukul 18.00 WIB.
Baca Juga: Pemkab Jepara Permudah Barcode BBM Nelayan Karimunjawa, 104 Rekomendasi Sudah Terbit
Selain di Gereja Stella Maris Jepara, ibadah juga digelar di Kapel Pecangaan dan Kapel Mayong. Seluruh area gereja, baik lantai utama, lantai dua, hingga sebagian aula dipenuhi jemaat.
Perayaan diawali dengan Liturgi Cahaya. Dalam suasana gereja yang gelap, api dinyalakan dari luar gereja dan digunakan untuk menyalakan Lilin Paskah sebagai simbol Kristus yang bangkit sebagai terang dunia.
Dari lilin utama tersebut, umat menyalakan lilin masing-masing, menciptakan pemandangan cahaya yang perlahan menyebar di tengah kegelapan.
Suasana hening berpadu dengan lantunan liturgi menghadirkan pengalaman spiritual mendalam bagi umat.
Baca Juga: Sanksi Dipangkas, Persijap Jepara Jalani Dua Laga Kandang Tanpa Penonton
Rangkaian dilanjutkan dengan Liturgi Sabda, di mana umat mendengarkan bacaan kitab suci tentang karya keselamatan Tuhan sepanjang sejarah manusia.
Momentum sukacita semakin terasa saat lagu kemuliaan dinyanyikan diiringi dentang lonceng dan alunan musik sebagai penanda kebangkitan Kristus.
Ibadah kemudian dilanjutkan dengan homili yang meneguhkan iman umat.
Dalam homilinya, Rm. Antonius Gunardi Prayitna, MSF, menegaskan bahwa iman tidak selalu menghilangkan rasa takut, namun mampu menghadirkan sukacita yang lebih besar dalam kehidupan.
“Jangan biarkan rasa takut menyelimuti. Sukacita Tuhan jauh lebih besar daripada ketakutan kita,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa ungkapan “jangan takut” disebut sebanyak 366 kali dalam kitab suci sebagai pesan yang relevan untuk dihayati setiap hari.
Perayaan berlanjut pada Liturgi Baptis dengan pemberkatan air baptis serta pembaruan janji baptis umat sebagai simbol penyucian dan pembaruan hidup.
Puncak ibadah berada pada Liturgi Ekaristi, yang menjadi inti perayaan sebagai ungkapan syukur atas karya keselamatan melalui kebangkitan Kristus.
Penanggung jawab Liturgi Pekan Suci, Adi Prasetya, menjelaskan bahwa Vigili Paskah merupakan puncak rangkaian Pekan Suci yang sebelumnya diawali Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Sabtu Suci.
“Empat bagian utama dalam vigili ini, mulai dari upacara cahaya, liturgi sabda, liturgi baptis, hingga ekaristi, semuanya mengajak umat untuk merenungkan keselamatan Tuhan dan memperbaharui iman,” jelasnya.
Baca Juga: Dugaan Kekerasan Seksual Pengasuh Ponpes di Jepara: Keluarga Santriwati Tolak Uang Damai Rp 200 Juta
Ia menambahkan antusiasme umat cukup tinggi dalam mengikuti ibadah Sabtu Suci, sementara perayaan Minggu (5/4) pagi tetap digelar dengan nuansa sukacita yang lebih meriah.
“Kalau Sabtu Suci malam ini lebih kepada tirakatan dan permenungan yang mendalam. Sedangkan Minggu pagi suasananya lebih seperti perayaan hari raya,” imbuhnya.
Pelaksanaan misa juga didukung petugas liturgi dan pendamping, termasuk frater dari Yogyakarta, Fr. Markus Bambang Pamungkas SCJ, yang membantu kelancaran rangkaian ibadah hingga selesai sekitar pukul 20.30 WIB.
Misa Vigili Paskah menjadi momentum penting bagi umat Katolik di Jepara untuk memperteguh iman, menemukan harapan baru, serta merayakan kebangkitan Kristus.
Umat meninggalkan gereja dengan suasana damai sambil saling mengucapkan Selamat Paskah.
“Pada Vigili Paskah kami kembali diingatkan, karena kasih dan karunia Allah, yang berkenan membebaskan dengan mengutus Yesus turun ke dunia. Menebus doa dan menyelamatkan manusia. Malam ini untuk merenungi kisah tersebut,” pungkasnya. (fik)