KOTA, RADARPATI.ID – Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) untuk tingkat SD dan SMP negeri di Jepara telah ditutup sejak akhir Juni lalu.
Hanya saja, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora Jepara) mentolerir sekolah dengan jumlah kurang dari kuota agar tetap bisa membuka pendaftaran secara offline sebelum cut off Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada 31 Agustus mendatang.
Itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Ali Hidayat kemarin.
tu dilakukan agar seluruh anak dengan usia sekolah bisa tetap sekolah di sekolah-sekolah tersebut.
Ali menjelaskan, faktor yang membuat sekolah negeri di Jepara mengalami kekurangan siswa dari kuota yang ditetapkan lantaran beberapa faktor.
Mulai dari masalah geografis hingga kalah saing dengan sekolah lain. Dan masalah tersebut dialami oleh beberapa SMP dan SD negeri di Jepara.
Untuk saat ini, data terbaru di tingkat SMP masih ada 8 sekolah yang jumlah kuotanya kurang.
Sementara untuk SD, jumlahnya baru bisa diketahui saat tahun ajaran baru dimulai.
Itu lantaran pelaksanaan PPDB SD negeri di Jepara masih bersistem offline.
Di antara SD negeri di Jepara yang jumlah kuotanya kurang adalah SD N 3 Karangaji.
Hingga masa pendaftaran berakhir akhir Juni lalu, jumlah pendaftarnya hanya 5 orang.
Dari informasi yang diperoleh Koran ini dari salah satu sumber, kemarin jumlah pendaftarnya bertambah seorang.
Sehingga, saat ini hanya ada 6 anak yang mendaftar di SD tersebut.
Meski hanya 6 anak, pihak sekolah mengklaim tetap akan melaksanakan tugas belajar mengajar di sekolah tersebut.
Di sisi lain, pendaftaran di sekolah tersebut akan selalu dibuka.
Sumber tersebut menyebutkan, di sekolahnya memang kalah saing dengan sekolah lain.
Lokasinya juga cukup berdekatan dengan SD Negeri lainnya di Karangaji, Kedung.
Akibatnya, meski sudah menawarkan sekolahannya secara door to door, sekolah tersebut masih tetap minim pendaftar.
Menyikapi itu, Ali Hidayat menegaskan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah terutama SD negeri yang jumlah siswanya kurang dari kuota tetap berjalan.
”Tidak bakal di-regroupingl agi sementara. Karena kemarin kan sudah regrouping. Dari 63 jadi 30 SD,” tegas Ali Hidayat kemarin. (rom)
Editor : Abdul Rochim