SALATIGA – Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin resmi menyatakan maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU.
Pernyataan itu disampaikannya langsung di hadapan para Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Tengah dalam forum silaturahmi di Salatiga, Rabu (15/7) malam.
Deklarasi tersebut menjadi momen penting dalam agenda silaturahmi yang semula membahas dinamika organisasi dan arah perjalanan NU menjelang Muktamar.
Di hadapan para pengurus cabang, Gus Rozin mengungkapkan keputusannya untuk ikut berkontestasi memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.
Menurut Gus Rozin, keputusannya maju bukan untuk mempertajam persaingan antartokoh, melainkan sebagai ikhtiar menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi NU.
"Kita tidak usah mengulik tokoh-tokoh yang berkontestasi. Kita mencoba mengurai masalah yang ada," ujarnya.
Ia mengaku keputusan tersebut telah melalui proses pertimbangan yang matang.
Selama beberapa waktu terakhir, dirinya berdiskusi dengan sejumlah sahabat dan pengurus NU dari berbagai daerah sebelum akhirnya memutuskan maju.
"Saya sempat berpikir lama dan akhirnya sekitar dua hari lalu, saya bersama teman-teman dan beberapa Ketua PCNU yang menghubungi saya, maka saya berikhtiar untuk berkontestasi pada Muktamar tahun ini," katanya.
Gus Rozin sengaja menyampaikan niat tersebut di hadapan para Ketua PCNU se-Jawa Tengah karena merasa memiliki kedekatan emosional.
Ia juga meminta doa dan dukungan dari para pengurus cabang yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di NU.
"Saya berangkat dari Jawa Tengah, dan saya merasa para Ketua PCNU ini bukan orang lain," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Pengasuh Pesantren Maslakul Huda Pati tersebut memaparkan visinya mewujudkan NU sebagai organisasi yang berdaulat, bermartabat, dan memberi manfaat luas bagi umat, bangsa, serta kemanusiaan.
"Kita ingin NU terwujud sebagai perkumpulan sosial keagamaan Islam yang berdaulat, bermartabat, dan bermanfaat untuk kemaslahatan dan kesejahteraan Indonesia dan semesta," tegasnya.
Baca Juga: Ketua PWNU Jateng Gus Rozin Sebut Tersangka Pencabulan Ashari Pati Bukan Kiai, Ini Sebutan Pantas
Ia juga mengajak seluruh jajaran PCNU menjadikan Muktamar sebagai momentum memperkuat konsolidasi organisasi, bukan memperlebar perbedaan.
Menutup penyampaiannya, Gus Rozin mengingatkan pentingnya menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
"Yang harus kita menangkan adalah masa depan NU yang berdaulat, bermartabat, dan bermanfaat. Muktamar harus menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan melanjutkan khidmah kepada umat, bangsa, dan kemanusiaan," tutur Rektor Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) Pati tersebut.
Silaturahmi PCNU se-Jawa Tengah ditutup dengan doa bersama dan komitmen memperkuat komunikasi serta konsolidasi organisasi menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. (int)
Editor : Admin