JAKARTA – Bupati Sukoharjo Etik Suryani tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Jumat (10/7), setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di wilayah Soloraya, Kamis (9/7) malam.
Etik tiba sekitar pukul 09.36 WIB dengan mengenakan kemeja putih, rompi hitam, celana jins biru, jilbab hitam, dan masker berwarna senada.
Setibanya di lokasi, ia langsung dikawal petugas menuju ruang pemeriksaan tanpa memberikan keterangan kepada awak media.
Sebelumnya, KPK mengamankan lima orang dalam operasi senyap di wilayah Soloraya. Salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Sukoharjo Etik Suryani.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, perkara tersebut berkaitan dengan dugaan pemerasan terhadap sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
"Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah lima orang, salah satunya Bupati Sukoharjo," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (10/7).
Sebelum diterbangkan ke Jakarta, Etik bersama pihak lain yang diamankan sempat menjalani pemeriksaan awal di Polresta Surakarta.
Menurut Budi, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap seluruh pihak yang diamankan.
"Adapun perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo," katanya.
Sesuai ketentuan, KPK memiliki waktu maksimal 1 x 24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam operasi tersebut. Hingga berita ini ditulis, belum ada penetapan tersangka yang diumumkan secara resmi oleh KPK. (*/him)