Nasional Pati Jateng Kudus Grobogan Rembang Blora Sepakbola Olahraga Feature Khazanah Life Style Entertainment Wisata Kuliner Muria Raya Tekno

Atap SDN Tanggirejo Grobogan Ambrol, Siswa Terpaksa Belajar di Musala dan Kelas Disekat

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 15 Juli 2026 | 20:30 WIB
AMBROL: SDN Tanggirejo Kecamatan Tegowanu atap ambrol.
AMBROL: SDN Tanggirejo Kecamatan Tegowanu atap ambrol.

GROBOGAN– Atap dua ruang kelas di SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, ambrol, Rabu (15/7. 

Kondisi ini akibat kerusakan pada konstruksi bangunan yang diduga dipicu rayap.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan menyiapkan sejumlah langkah agar perbaikan dapat segera direalisasikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, Poernyomo, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan kondisi bangunan sekaligus menentukan langkah penanganan.

Baca Juga: MBG di Grobogan Mulai Jalan Lagi, Tapi Tiga SPPG Masih Tutup

Sebelumnya, Koordinator Wilayah (Korwil) pendidikan juga telah mendatangi sekolah dan melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Pendidikan.

Selanjutnya, Kabid Pembinaan SD turun langsung ke sekolah tersebut.

Menurut Poernyomo, sebelum peristiwa ambrol terjadi, Disdik juga telah mengusulkan perbaikan gedung SDN Tanggirejo kepada pemerintah pusat melalui program revitalisasi sekolah yang bersumber dari APBN.

"Usulan revitalisasi sebenarnya sudah kami ajukan. Namun, sebelum program tersebut terealisasi, atap dua ruang kelas lebih dulu ambrol," ujar Poernyomo.

Sebagai langkah lanjutan, Dinas Pendidikan akan mengusulkan penanganan kerusakan tersebut kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar menjadi prioritas dalam Perubahan APBD Kabupaten Grobogan.

Di sisi lain, usulan revitalisasi melalui APBN juga tetap akan terus diperjuangkan.

"Kami berharap salah satu dari ikhtiar ini dapat segera membuahkan hasil sehingga kerusakan gedung SDN Tanggirejo bisa segera ditangani.

Yang terpenting, proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan kondusif bagi para siswa," katanya.

Akibat kerusakan tersebut, pihak sekolah terpaksa mengosongkan sejumlah ruang kelas yang dinilai membahayakan.

Proses belajar mengajar pun disiasati dengan sistem berbagi ruang. Kelas satu dan dua bergantian menggunakan satu ruangan, sementara kelas tiga dan empat disekat menggunakan triplek dalam satu kelas.

Siswa kelas 5 belajar di musala, sementara ruang perpustakaan dimanfaatkan sebagai ruang kerja guru hingga perbaikan bangunan dapat dilakukan. (int)

Editor : Admin
sdn Tanggirejo ambrol grobogan revitalisasi