Nasional Pati Jateng Kudus Grobogan Rembang Blora Sepakbola Olahraga Feature Khazanah Life Style Entertainment Wisata Kuliner Muria Raya Tekno

Perkuat Upaya Wujudkan Nol Anak Putus Sekolah, Grobogan Tempuh Program Ini

Abdul Rochim • Rabu, 15 Juli 2026 | 12:59 WIB
BERIKAN ARAHAN — Ketua Komisi D DPRD Grobogan Mansata Indah Maratona dalam acara Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), hingga tokoh masyarakat menyatukan komitmen dalam Simposium dan Deklarasi Bersama GAZPOL (Grobogan Zero Anak Putus Sekolah) yang digelar di Rumah Kedelai Grobogan.
BERIKAN ARAHAN — Ketua Komisi D DPRD Grobogan Mansata Indah Maratona dalam acara Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), hingga tokoh masyarakat menyatukan komitmen dalam Simposium dan Deklarasi Bersama GAZPOL (Grobogan Zero Anak Putus Sekolah) yang digelar di Rumah Kedelai Grobogan.

GROBOGAN – Komitmen menekan angka anak putus sekolah di Kabupaten Grobogan semakin diperkuat melalui pengukuhan Gerakan Grobogan Zero Anak Putus Sekolah (GAZPOL). 

Berbagai unsur, mulai dari pemerintah, DPRD, pegiat pendidikan, organisasi kepemudaan, pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), hingga tokoh masyarakat, menyatakan dukungan dalam Simposium dan Deklarasi Bersama GAZPOL di Rumah Kedelai Grobogan, Minggu (12/7).

Mengusung tema Memperluas Akses Pendidikan melalui PKBM sebagai Upaya Strategis Pencegahan Putus Sekolah, kegiatan tersebut menjadi wadah merumuskan langkah konkret untuk memperluas akses pendidikan.

Baca Juga: Hanya Dapat Tiga Murid Baru, SDN 2 Karanganyar Geyer Grobogan Tetap Semangat Gelar MPLS

 Terutama bagi anak-anak yang tidak dapat menyelesaikan sekolah melalui jalur formal.

Ketua Komisi D DPRD Grobogan Mansata Indah Maratona menegaskan pendidikan merupakan hak dasar setiap anak. DPRD, kata dia, akan terus mendorong kebijakan dan penganggaran yang berpihak pada perluasan akses pendidikan.

 Termasuk memperkuat peran PKBM sebagai alternatif bagi masyarakat yang tidak dapat menempuh pendidikan formal.

Menurutnya, Gerakan GAZPOL yang diinisiasi PC IPNU, IPPNU, dan PMII harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

Semakin luas akses pendidikan yang tersedia, semakin besar peluang menekan angka anak putus sekolah di Grobogan.

Pegiat pendidikan Puji Astutik menyebut PKBM telah menjadi kesempatan kedua bagi masyarakat untuk kembali memperoleh pendidikan.

Ia mengingatkan bahwa persoalan anak putus sekolah bukan sekadar angka statistik, melainkan menyangkut masa depan generasi muda yang harus diselamatkan.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Grobogan Gus Saidun menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia hanya dapat diwujudkan melalui pemerataan pendidikan.

Karena itu, ia mengajak pemerintah, lembaga pendidikan, pondok pesantren, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan komunitas untuk berkolaborasi memastikan setiap anak tetap memperoleh hak belajar.

Dukungan juga datang dari organisasi pelajar dan mahasiswa. Ketua PC IPNU Grobogan M. Izabul Kirom menyatakan pihaknya siap melakukan edukasi, pendampingan, serta mengajak anak-anak yang putus sekolah kembali melanjutkan pendidikan melalui jalur formal maupun PKBM.

Senada, Ketua PC PMII Grobogan Winda Nuril Mufarida menegaskan mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk mengawal persoalan pendidikan.

Menurutnya, mahasiswa harus hadir memberikan advokasi dan pendampingan agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan. (mun)

 

Editor : Abdul Rochim
pendidikan Grobogan GAZPOL Grobogan anak putus sekolah PKBM Grobogan dprd grobogan