Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Alifa Surya Waqidiyatul Umami Jadi Wakil Grobogan di Paskibraka Jateng 2026

Intan Maylani Sabrina • Senin, 25 Mei 2026 | 14:52 WIB
(Alifa Surya Waqidiyatul Umami)
(Alifa Surya Waqidiyatul Umami)

GROBOGAN- Suasana haru bercampur bangga menyelimuti hati Alifa Surya Waqidiyatul Umami saat namanya diumumkan lolos sebagai Calon Paskibraka Provinsi Jawa Tengah 2026.

Perempuan asal Lingkungan Sekaran, Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan tersebut menceritakan pengalamannya bisa berhasil membawa nama daerahnya ke tingkat provinsi.

Perjalanan Alifa menuju Paskibraka Provinsi Jawa Tengah bukanlah jalan yang mudah.

Siswi kelahiran Grobogan, 18 Maret 2010 itu harus melewati berbagai tahapan seleksi ketat, mulai dari tingkat sekolah, kabupaten, hingga provinsi. 

Latihan fisik hampir setiap hari dilakukan selepas sekolah, kaki melepuh, rasa lelah, hingga perjuangan membagi waktu antara latihan dan tugas sekolah menjadi bagian dari proses panjang yang ia jalani. 

Namun di balik semua itu, tersimpan tekad besar untuk membanggakan orang tua, sekolah, dan Kabupaten Grobogan.

“Yang pertama kali terlintas di pikiran saya adalah Alhamdulillah, Allah memberikan rezeki kepada saya tahun ini untuk menjadi Paskibraka Provinsi Jawa Tengah,” ujar siswa SMKN 1 Purwodadi ini.

Setelah mendengar pengumuman tersebut, Alifa mengaku langsung teringat kedua orang tuanya di rumah. 

Ia ingin menangis karena terharu dan bahagia, namun tetap berusaha tegar karena masih mengenakan seragam saat pengumuman berlangsung.

Perjalanan menuju titik tersebut dimulai dari seleksi tingkat sekolah sebelum berlanjut ke tingkat Kabupaten Grobogan. 

Setelah dinyatakan lolos, Alifa dipercaya menjadi salah satu wakil Grobogan untuk mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Berbagai tahapan seleksi harus dilaluinya, mulai dari tes fisik, Peraturan Baris Berbaris (PBB), wawasan kebangsaan, kesehatan, mental, hingga kepribadian. 

Salah satu momen paling menegangkan baginya adalah pengumuman akhir di tingkat kabupaten.

“Dari 71 peserta putri yang mengikuti seleksi, hanya 35 yang lolos. Alhamdulillah saya menjadi salah satu yang dipercaya mewakili Grobogan ke tingkat provinsi,” katanya.

Persaingan di tingkat provinsi pun tak kalah ketat. Dari 33 peserta putri se-Jawa Tengah, hanya 18 orang yang dinyatakan lolos sebagai Calon Paskibraka Provinsi Jawa Tengah 2026. Nama Alifa kembali menjadi salah satu yang terpilih.

Di balik keberhasilannya, ada perjuangan panjang yang harus dibayar dengan disiplin dan kerja keras. 

Hampir setiap hari sepulang sekolah ia menjalani latihan hingga sore bahkan menjelang Magrib. Tubuh lelah dan kaki melepuh menjadi hal biasa.

Namun menurutnya, tantangan terbesar justru bukan pada fisik, melainkan melawan rasa malas dan minder.

“Pernah merasa minder, apalagi ketika melihat peserta lain yang posturnya lebih tinggi dan terlihat lebih unggul saat wawancara. Tapi saya berusaha mengubah rasa minder itu menjadi motivasi untuk terus belajar,” ungkapnya.

Selain fokus menjalani latihan, Alifa juga harus menjaga prestasi akademik agar tidak menurun. Ia tetap berusaha menyelesaikan tugas sekolah di tengah padatnya persiapan seleksi.

Dukungan keluarga menjadi sumber kekuatan terbesar bagi Alifa. Kedua orang tuanya selalu memberikan izin, doa, dan semangat agar ia terus berjuang. 

Tak hanya keluarga, dukungan dari sekolah, guru, senior, hingga anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Grobogan juga memiliki peran penting dalam prosesnya.

“Mereka membimbing dan melatih saya dengan penuh kesabaran sehingga saya belajar menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Untuk mempersiapkan diri, Alifa rutin berlari, push-up, sit-up, serta latihan PBB. Ia juga memperkuat mental dengan belajar public speaking dan meningkatkan rasa percaya diri. 

Sementara untuk akademik, ia memperdalam wawasan kebangsaan, Pancasila, sejarah Indonesia, dan UUD 1945.

Baginya, menjadi Paskibraka bukan sekadar bertugas saat upacara 17 Agustus.

Lebih dari itu, Paskibraka adalah simbol disiplin, tanggung jawab, dan cinta tanah air yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjadi Paskibraka berarti menjadi penjaga kehormatan Sang Merah Putih,” katanya.

Kini Alifa memiliki target besar untuk dapat menjalankan tugas pengibaran maupun penurunan bendera dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Ia juga berharap dapat menjadi Duta Pancasila di lingkungan sekolah maupun masyarakat setelah menjadi purna Paskibraka.

Meski belum berkesempatan melaju ke tingkat nasional, Alifa tetap bersyukur dapat membawa nama Kabupaten Grobogan di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Di akhir ceritanya, Alifa membagikan pesan sederhana namun penuh makna bagi generasi muda lainnya.

“Jangan takut memulai dan jangan malu saat gagal. Paskibraka itu bukan untuk yang paling kuat, tetapi untuk mereka yang pantang menyerah. Kalau saya bisa, kalian juga bisa,” pungkasnya. (int)

Editor : Admin
#smkn 1 purwodadi #paskibraka #Provinsi Jateng #grobogan