Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Posyandu 6 SPM di Dimoro Dilaunching, Begini Pesan Bupati Grobogan

Intan Maylani Sabrina • Senin, 25 Mei 2026 | 14:35 WIB
DILAUNCHING: Bupati Grobogan Setyo Hadi saat memantau meja posyandu per bidang. (INTAN MAYLANI/RADARPATI.ID)
DILAUNCHING: Bupati Grobogan Setyo Hadi saat memantau meja posyandu per bidang. (INTAN MAYLANI/RADARPATI.ID)

GROBOGAN- Bupati Grobogan Setyo Hadi resmi meluncurkan Posyandu berbasis Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Desa Dimoro, Kecamatan Toroh, Senin (25/5/2026). 

Dalam peluncuran itu, Posyandu ditegaskan bukan lagi sekadar tempat timbang balita, tetapi menjadi pusat pelayanan masyarakat lintas sektor di tingkat desa.

Pemkab Grobogan mulai mendorong transformasi besar terhadap peran Posyandu di desa-desa.

Melalui program Posyandu berbasis Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), Posyandu kini memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibanding sebelumnya.

Bupati Grobogan Setyo Hadi menyampaikan bahwa Posyandu saat ini tidak lagi hanya identik dengan kegiatan penimbangan balita, imunisasi, maupun pembagian makanan tambahan. 

Menurutnya, Posyandu kini telah bertransformasi menjadi lembaga pelayanan masyarakat yang mengawal enam bidang pelayanan dasar di tingkat desa.

“Posyandu kini bukan lagi sekadar kegiatan relawan di balai dusun. Posyandu memiliki kedudukan hukum yang kokoh dan sejajar dengan lembaga desa lainnya,” ujar Setyo Hadi.

Ia menjelaskan, perubahan tersebut merupakan tindak lanjut dari Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 yang menempatkan Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD). 

Dengan status baru itu, Posyandu memiliki mandat lebih luas untuk melayani masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Mulai dari ibu hamil, balita, anak sekolah, remaja, kelompok usia produktif hingga lansia kini menjadi sasaran pelayanan Posyandu. 

Bahkan, layanan yang dikawal tidak hanya bidang kesehatan, tetapi juga pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta bidang sosial.

Bupati Grobogan juga meminta seluruh kepala desa segera mengaktifkan Posyandu 6 SPM di wilayah masing-masing. 

Ia menegaskan agar para kader Posyandu mendapat dukungan penuh, termasuk dari anggaran Dana Desa.

“Jangan biarkan kader Posyandu berjuang sendiri. Semua kebutuhan operasional harus didukung penuh melalui APBDes,” tegasnya.

Selain itu, Setyo Hadi meminta seluruh OPD di lingkungan Pemkab Grobogan menghilangkan ego sektoral dalam menjalankan program tersebut. 

Menurutnya, keberhasilan Posyandu 6 SPM membutuhkan kerja bersama lintas sektor.

“Urusan ini harus ditangani secara keroyokan. Semua harus bergerak bersama agar Posyandu benar-benar hadir untuk masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, para camat juga diminta aktif melakukan pengawasan dan menghadirkan Posyandu percontohan di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Desa Dimoro dipilih sebagai lokasi launching karena dinilai siap menjadi percontohan penerapan Posyandu 6 SPM di Kecamatan Toroh. 

Selain aktif menjalankan kegiatan kesehatan masyarakat, desa tersebut juga dinilai memiliki keterlibatan kader dan dukungan pemerintah desa yang cukup baik.(int)

Editor : Admin
#dimoro #6 SPM #posyandu #grobogan