Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Satu Ton Gabah hingga Uang Tunai Ikut Hangus dalam Kebakaran Tiga Rumah di Penawangan Grobogan

Intan Maylani • Minggu, 24 Mei 2026 | 13:21 WIB
KEBAKARAN: Kebakaran yang menghanguskan tiga rumah di Desa Bologarang Kecamatan Penawangan.
KEBAKARAN: Kebakaran yang menghanguskan tiga rumah di Desa Bologarang Kecamatan Penawangan.

GROBOGAN – Kebakaran melanda tiga rumah warga di Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Sabtu (23/5/2026) sore.

Selain menghanguskan bangunan rumah, peristiwa tersebut juga memusnahkan berbagai harta benda milik korban, mulai dari satu ton gabah, kayu jati olahan hingga uang tunai.

Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada meteran salah satu rumah warga.

Kobaran api dengan cepat membesar dan merembet ke rumah lain karena sebagian bangunan terbuat dari kayu serta posisi rumah yang berdempetan.

Kapolsek Penawangan AKP Sutarjo mengatakan, api pertama kali diketahui setelah terdengar suara letupan dari arah KWH meter listrik salah satu rumah korban.

“Dugaan sementara sumber api berasal dari korsleting atau arus pendek pada meteran listrik. Setelah muncul percikan, api langsung membesar dan menjalar ke rumah lain,” ujar AKP Sutarjo.

Tiga rumah yang terdampak masing-masing milik Marwi (84), Siswanto (41), dan Marno (62), warga Desa Bologarang.

Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya. Namun cuaca panas dan angin kencang membuat kobaran api sulit dikendalikan.

Petugas Polsek Penawangan yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi dan pemadaman bersama warga.

Tak lama kemudian, armada pemadam kebakaran dari Purwodadi tiba dan langsung melakukan penyemprotan.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.15 WIB setelah proses pemadaman berlangsung kurang lebih 45 menit.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material cukup besar. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp850 juta.

Rumah milik Marwi menjadi yang paling parah terdampak. Dua rumah berbentuk joglo berukuran sekitar 10 x 10 meter ludes terbakar beserta seluruh isi di dalamnya.

"Satu ton gabah, kayu olahan jati, lemari es, televisi, uang tunai hingga dokumen penting tidak sempat diselamatkan," ungkapnya.

Kerugian yang dialami Marwi diperkirakan mencapai Rp600 juta.

Sementara rumah milik Siswanto yang berbentuk limasan turut terbakar bersama sejumlah barang elektronik, uang tunai dan dokumen penting dengan estimasi kerugian sekitar Rp100 juta.

Sedangkan rumah milik Marno juga mengalami kerusakan akibat kobaran api. Sejumlah barang seperti televisi, lemari es, uang tunai dan dokumen penting ikut hangus terbakar dengan kerugian ditaksir sekitar Rp150 juta.

Dalam penanganan kejadian tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa kabel bekas terbakar, satu unit KWH meter listrik, potongan kayu hangus dan barang elektronik milik korban.

Selain melakukan olah tempat kejadian perkara, petugas juga meminta keterangan saksi-saksi dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Grobogan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

Kapolsek Penawangan mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing untuk mencegah kejadian serupa.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap instalasi listrik, terutama kabel maupun meteran yang sudah lama digunakan.

Jika ada kerusakan atau percikan listrik segera lakukan perbaikan agar tidak memicu kebakaran,” pungkasnya. (int)

Editor : Admin
#bologarang #kebakaran #grobogan