GROBOGAN — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan pada Minggu malam (17/5/2026) menyebabkan dua ruangan di SDN 2 Mlilir, Kecamatan Gubug, mengalami kerusakan parah akibat ambruknya atap bangunan.
Ruang Kepala Sekolah roboh hingga rata dengan tanah, sedangkan atap ruang kelas VI ambruk sebagian. Material bangunan seperti genteng, kayu penyangga, dan plafon berserakan di dalam ruangan.
Sejumlah fasilitas sekolah juga mengalami kerusakan, termasuk dua unit komputer dan alat pembelajaran siswa.
Baca Juga: BONGGOL JAGUNG di Grobogan Disulap Jadi Energi Terbarukan, Ini Target Pemerintah
Kepala SDN 2 Mlilir, Sulaeman, menjelaskan bahwa hujan deras menjadi pemicu runtuhnya bangunan yang sebelumnya memang sudah rapuh.
Kayu penyangga atap disebut telah lapuk akibat dimakan rayap sehingga tidak lagi mampu menopang beban.
Menurutnya, ruang kelas VI sebelumnya baru digunakan untuk pelaksanaan ujian pada Sabtu (16/5/2026). Beruntung kejadian berlangsung pada malam hari sehingga tidak ada aktivitas belajar maupun siswa di lokasi.
Untuk sementara, siswa kelas VI harus menjalani kegiatan belajar di luar ruang kelas.
Barang-barang penting dari ruang Kepala Sekolah yang masih bisa diselamatkan telah dipindahkan ke ruang guru.
Tak hanya ruang kelas, area parkir kendaraan guru juga terdampak runtuhan material bangunan.
Pihak sekolah kini semakin waspada karena beberapa ruangan lain dinilai berada dalam kondisi rawan rusak.
Sulaeman menyebut ruang kelas I dan kelas V juga mulai mengalami pelapukan pada bagian kayu penyangga. Ia khawatir bangunan lain ikut roboh apabila hujan deras kembali terjadi.
Pihak sekolah sebenarnya telah mengusulkan perbaikan bangunan sejak beberapa tahun lalu.
Namun hingga kini belum ada realisasi pembangunan dari pemerintah.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, M. Irfan, mengatakan SDN 2 Mlilir telah masuk dalam usulan revitalisasi tahun 2026.
Saat ini prosesnya masih menunggu verifikasi dan validasi dari pemerintah pusat.
Revitalisasi tersebut diusulkan melalui pendanaan APBN. Besaran anggaran masih menunggu hasil verifikasi data dari pusat yang mengacu pada data Dapodik sekolah. (int)
Editor : Abdul Rochim