Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

BONGGOL JAGUNG di Grobogan Disulap Jadi Energi Terbarukan, Ini Target Pemerintah

Abdul Rochim • Senin, 18 Mei 2026 | 17:03 WIB

PERTANIAN: Bonggol jagung unggulan Kabupaten Grobogan kini bisa dimanfaatkan untuk energi terbarukan. (BAPPERIDA GROBOGAN UNTUK RADAR PATI)
PERTANIAN: Bonggol jagung unggulan Kabupaten Grobogan kini bisa dimanfaatkan untuk energi terbarukan. (BAPPERIDA GROBOGAN UNTUK RADAR PATI)

GROBOGAN – Kabupaten Grobogan mulai serius mengembangkan industri energi terbarukan berbasis biomassa. 

Limbah pertanian dan peternakan yang selama ini kerap dibuang atau dibakar, kini diproyeksikan menjadi sumber energi hijau bernilai ekonomi tinggi.

Potensi besar tersebut dituangkan dalam dokumen Investment Proposal Processing Agricultural Waste into Biomass yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Grobogan untuk dibawa dalam ajang Indonesia-Japan Investment Forum (IJIF).

Baca Juga: Tebing Sungai Lusi di Grobogan Longsor 45 Meter, Jalan Desa Rusak dan Dua Rumah Direlokasi

Proposal itu memuat potensi pengolahan limbah pertanian menjadi produk energi seperti briket hingga Liquefied Bio Gas (LBG).

Kepala Bapperida Grobogan Afi Wildani menjelaskan, pengembangan industri biomassa diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi baru berbasis desa sekaligus memperkuat sektor pertanian dan peternakan daerah.

Pemkab Grobogan juga telah menyiapkan dua kawasan strategis untuk pengembangan industri tersebut, yakni Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Sugihmanik di Kecamatan Tanggungharjo dan KPI Kedungjati di Desa Jumo, Kecamatan Kedungjati.

Potensi bahan baku biomassa di Grobogan dinilai sangat melimpah. Pada 2024, produksi padi mencapai 735.978 ton yang menghasilkan limbah sekam dan jerami sekitar 1,25 juta ton.

Sementara produksi jagung mencapai 855.665 ton dengan limbah tongkol sekitar 171 ribu ton.

Selain itu, produksi kedelai tercatat 52.186 ton dengan limbah sekitar 15.656 ton, sedangkan tembakau menghasilkan limbah sekitar 1.082 ton dari total produksi 4.326 ton.

Tak hanya sektor pertanian, limbah peternakan juga menjadi sumber biomassa potensial.

Dengan populasi sapi mencapai 134.242 ekor, limbah kotoran ternak diperkirakan mencapai 1,7 juta ton per tahun.

Secara keseluruhan, Grobogan diperkirakan memiliki potensi biomassa sekitar 3,15 juta ton per tahun.

Jumlah itu menjadikan Grobogan sebagai salah satu daerah dengan cadangan biomassa terbesar di Jawa Tengah.

Pengembangan biomassa juga dinilai berpotensi membuka peluang perdagangan karbon. Pengolahan limbah menjadi energi disebut mampu menekan emisi gas rumah kaca hingga lebih dari 5,2 juta ton CO₂e.

Dari sisi pasar, industri biomassa Grobogan disebut telah memiliki calon pengguna energi atau offtaker.

Salah satunya adalah PT Semen Grobogan yang berpotensi memanfaatkan biomassa sebagai bahan bakar alternatif. (int)

Editor : Abdul Rochim
#biomassa Grobogan #energi terbarukan #PT Semen Grobogan #bonggol jagung #Perdagangan Karbon