GROBOGAN – Upaya luar biasa tengah dilakukan pemerintah untuk mencegah banjir makin meluas di wilayah Grobogan.
Selama lima hari ke depan, langit di atas kabupaten ini menjadi arena Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang digelar oleh BNPB, BMKG, BRIN, TNI AU, dan BPBD Jawa Tengah.
Misi besar ini bertujuan mengendalikan curah hujan agar tidak jatuh di kawasan yang sudah tergenang, khususnya di hulu Sungai Tuntang dan Lusi - dua wilayah kritis yang kerap memicu banjir di Grobogan dan sekitarnya.
Kendalikan, Bukan Hentikan Hujan
Satu pesawat bermesin tunggal milik BNPB diterbangkan setiap hari untuk menebar 10 ton garam (NaCl) dan 2 ton kalsium oksida (CaO) ke awan berpotensi hujan.
Zat tersebut berfungsi mengubah proses pembentukan awan sehingga hujan dapat diturunkan di area yang lebih aman.
“Operasi ini bukan untuk menghentikan hujan, tapi untuk mengatur di mana hujan turun. Tujuannya agar daerah yang tergenang bisa berangsur kering,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahju Tri Darmawanto, saat dikonfirmasi, Minggu (26/10).
Fokus di Hulu Sungai dan Jalur Vital
Kawasan hulu Sungai Tuntang dan Lusi menjadi perhatian utama karena tanggul di beberapa titik sempat jebol akibat meningkatnya debit air.
Tak hanya itu, jalur rel kereta lintas Jakarta–Surabaya yang melintas di atas sungai juga berpotensi terdampak jika curah hujan tinggi kembali mengguyur.
“Setiap penerbangan OMC menjadi satu siklus percobaan yang terus dievaluasi harian. Hasilnya menentukan langkah berikutnya agar hujan benar-benar bisa dialihkan ke wilayah aman,” tambah Wahju.
BMKG Waspadai Fenomena MJO dan Rossby
Menurut BMKG, intensitas hujan di Grobogan masih akan tinggi, terutama di wilayah Wirosari, akibat pengaruh fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby ekuatorial yang meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah tengah Jawa.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir dan tanah longsor, meski operasi modifikasi cuaca telah berjalan.
Upaya ini diharapkan mampu memberi waktu bagi petugas memperkuat tanggul, memperbaiki saluran air, dan menstabilkan infrastruktur vital.
Harapan untuk Redanya Genangan
Dengan dukungan penuh berbagai lembaga, Operasi Modifikasi Cuaca di Grobogan menjadi langkah strategis untuk mengendalikan bencana hidrometeorologi tanpa menghentikan aktivitas alam.
“Harapannya, cuaca bisa dikendalikan agar warga punya waktu berbenah. Ini bagian dari mitigasi yang sifatnya preventif, bukan hanya reaktif,” tutur Wahju.
Langit Grobogan kini bukan sekadar awan mendung - tapi simbol harapan agar banjir bisa reda dan kehidupan warga kembali normal.
Editor : Alfian Dani