GROBOGAN, RadarPati.ID – Akses utama Dusun Mintreng, Desa Baturagung, porak-poranda akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang.
Jalan sepanjang 35 meter dengan kedalaman 4 meter terputus, seakan membentuk sungai baru!
Meski tanggul yang jebol telah ditutup, banjir masih menggenangi wilayah tersebut, membuat warga kesulitan beraktivitas.
Baca Juga: Ini Kondisi Dusun Mintreng di Grobogan yang Terisolasi Akibat Tanggul Jebol
Untuk menuju Balai Desa Baturagung atau kota, mereka harus menempuh jalur memutar sejauh 2-3 kilometer yang juga masih tergenang.
Tak hanya Mintreng, desa-desa lain seperti Ringinkidul, Tambakan, Tlogorejo, Pepe, hingga Ringinharjo ikut terdampak.
Warga pun terpaksa menggunakan perahu bantuan KSR PMI Semarang untuk menyeberang.
Perahu yang hanya mampu menampung 3-4 orang ini menjadi satu-satunya solusi agar anak-anak tetap bisa sekolah dan warga bisa berbelanja ke pasar.
"Akhirnya bisa sekolah lagi, meskipun takut naik perahu," ujar Agam, seorang pelajar setempat.
Untuk memperlancar distribusi logistik, relawan, TNI, dan Polri turut memasang tali di atas sungai.
Hal tersebut dilakukan guna mengangkut makanan, obat-obatan, dan kebutuhan warga lainnya.
Sementara itu, pemerintah melalui Dinas PUPR Grobogan tengah mengkaji anggaran perbaikan.
Kepala Bina Marga, Erry Subagyo, menyebutkan bahwa perbaikan darurat jalan ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 400-500 juta.
"Yang penting, mobil bisa lewat dulu agar warga tidak terisolasi," tegasnya.
Hingga kini, kondisi jalan masih mirip sungai dengan kedalaman 4 meter.
Warga hanya bisa berharap akses segera diperbaiki agar aktivitas kembali normal. (Int/him)
Editor : Abdul Rochim