Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Patut Ditiru! ASN Cantik Asal Grobogan Ini Sukses Bisnis Fashion Muslim

Intan Maylani Sabrina • Minggu, 23 Juni 2024 | 20:55 WIB
GESIT: Isnadora Herlin Megananda saat menunjukkan koleksi brand hijab di store miliknya. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)
GESIT: Isnadora Herlin Megananda saat menunjukkan koleksi brand hijab di store miliknya. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)



Berawal dari kesulitan mencari kerudung sesuai warna baju yang sedang ia pakai. Isnadora Herlin Megananda memulai bisnis fashion muslim hijab premium. Itu dilakukan di sela kesibukkannya sebagai ASN.

INTAN MAYLANI SABRINA, Radar Kudus, Grobogan

HOBI mengoleksi kerudung itu telah Dora mulai ketika masih di bangku kuliah.

Ia kerap kalap mata ketika belanja hijab, hampir semua warna ia borong lantaran harus menyesuaikan dengan warna baju yang dimiliki.

Selain itu, setiap upload foto di media daring. Banyak kawannya yang tertarik. Di mana mereka kerap menanyakan hijab brand apa yang sedang ia kenakan.

”Dulu kan suka kalap kalau beli hijab. Harus detail dari motif dan warna. Warnanya kurang satu stripe saja sudah bingung,” ungkapnya.

Bahkan, perempuan kelahiran Grobogan, 10 Agustus 1987 ini mengaku sampai kewalahan menyimpan hardbox dari packaging hijab yang ia beli selama ini.

"Saat pakai beberapa brand hijab, packaging selalu hardbox yang akhirnya menumpuk di kamar. Kalau mau dijual ya tidak mungkin. Disimpan ya memenuhi tempat,” keluhnya.

Akhirnya ia berpikir untuk membuka bisnis hijab dengan packaging yang bermanfaat. Packaging yang bisa dipakai lagi, serta memiliki kualitas yang sama dengan hijab premium tapi harga dibrandol jauh di bawahnya.

”Saya memilih pouch atau slingbag sebagai packaging agar bisa dimanfaatkan kembali. Selain modelnya yang cantik juga berguna untuk menyimpan sesuatu yang wajib dibawa saat berpergian. Selain packaging yang bermanfaat, ada juga buku saku Al Matsurat (dzikir pagi-petang) atau tasbih, include dengan hijabnya. Jadi sekaligus mengajak sisters untuk selalu berdzikir di manapun dan kapan pun,” imbuhnya.

Berangkat dari sanalah, Dora memulai membangun bisnis. Ia juga merasa memiliki banyak waktu untuk berbisnis, lantaran anaknya sudah besar serta bisa membagi waktu dengan pekerjaannya sebagai ASN.

Akhirnya Juni 2023 lahirlah brand yang original ciptaannya. Pemilihan nama brandnya ternyata juga membutuhkan waktu yang tak sebentar.

Mulanya ia ingin memberi nama-nama cantik yang ada di Alquran. Ternyata saat dicari, semua nama tersebut sudah terdaftar di HAKI. Dari gabungan nama suami, dirinya dan anak.

Setelah didaftarkan di HAKI, ia memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk selalu menampilkan motif yang berbeda dari brand besar lainnya.

Dimaksud agar brand hijabnya tak pasaran dan dikenal banyak orang karena memiliki ciri khas.

Selama setahun berdiri, brandnya sudah 12 kali launching. Setiap series melahirkan 5-12 warna. Harga hijab pun dibanderol bermacam harga.

”Baru-baru ini kami launching EIRA series dengan enam motif. Kami luncurkan spesial Iduladha. Eira sendiri memiliki arti salju, dengan harapkan Iduladha kali ini sebening salju,” ungkapnya.

Baginya walau sudah banyak brand fashion muslim yang menjamur di Indonesia. Dora optimistis brand dari Kota Swieke ini mampu bersaing di pasarnya.

Koleksi Edoba selalu mengutamakan dan menonjolkan makna setiap seriesnya.

Bagaimana mengemas dan menyampaikan kepada konsumen bahwa setiap karya yang diproduksi tidak hanya sebuah produk tetapi juga ada makna dari setiap karya yang dibeli.

Sehingga konsumen ikut merasakan kebanggaan saat mengenakan produk tersebut.

Tak sampai di situ, hasil dari berjualan hijab ini turut dibagikan dengan orang yang membutuhkan.

”Berdirinya bisnis ini juga karena motivasi saya untuk terus berbagi. Saya harus punya bisnis untuk saya sisihkan hasilnya, untuk sosial. Ada sekitar 10-20 persen untuk sedekah atau amal. Hingga tabungan umrah guru ngaji. Setiap Jumat dimasukkan di bank hasil dari jualan ini,” jelasnya.

Bisnis ini berdiri juga dimaksud agar tak merepotkan suaminya.

”Jadi semisal mau bantu sana-sini nggak harus minta dan nggak mengganggu uang belanja juga. Jadi saya curahkan tenaga, pikiran, dan semua ini saya dedikasikan untuk brand. hingga sosial. Memang yang mendasari saya itu, ingin para sister-sister itu belanja nggak sekadar buat gengsi-gengsian. Jadi membeli brand sekaligus beramal, jadi nggak hanya dapat cantiknya. Tapi InsyaAllah juga didoakan oleh para penerima manfaat,” imbuhnya. (*/him)

Editor : Achmad Ulil Albab
#fashion muslim #kerudung #asn #hijab #grobogan #bisnis #cantik