Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Sosok Azharuzzainiyah, Berawal dari Suka Karakteristik Warna Menyala Rintis Bisnis Rancang Busana

Fikri Thoharudin • Jumat, 27 Desember 2024 | 22:24 WIB

Azharuzzainiyah kini sibuk dengan usahanya di bidang fashion. (DOKUMEN PRIBADI)
Azharuzzainiyah kini sibuk dengan usahanya di bidang fashion. (DOKUMEN PRIBADI)





JEPARA - Busana menurut Nia adalah perpaduan antara ide, seni, kreativitas serta ketekunan hati.

Dara muda asal Jepara pemilik nama lengkap Azharuzzainiyah mulai menggeluti dunia tersebut sejak duduk di bangku sekolah menengah kejuruan (SMK).

Nia mengambil jurusan tata busana di SMKN 2 Jepara dan lulus pada 2020 silam. Persinggungan dan pengalamannya sewaktu sekolah kian memantapkan tekadnya untuk terjun sebagai perancang busana yang andal.

Setelah lulus sekolah, satu tahun setelahnya dirinya mengambil kursus di lembaga pelatihan kerja (LPK) Adana Yogyakarta.

Penempaan diri selama kursus tersebut kian membentuk kepribadiannya.

Pencapaian pertamanya mencerminkan ketekunan hati dan usahanya. Terlebih saat mendapatkan juara satu dalam gelar karya antar siswa.

"Aktivitas ini merupakan sesuatu yang perlu meluangkan pikiran, ide dan hati secara penuh. Bagi saya ini sebuah seni yang perlu diasah dan dikembangkan," ucapnya.

Setelah lulus dari LPK, Nia mulai merintis usahanya sendiri yang diberi nama by.azharuzzainiyah.

"Dari yang awalnya iseng posting baju ternyata malah banyak yang tertarik dan lama-lama makin banyak pesanan. Akhirnya saya buka usaha ini," kenangnya.

Dalam menjalankan usahanya, dara muda kelahiran 3 Agustus 2002 tersebut, memberdayakan sekaligus dibantu oleh dua orang tetangganya.

"Selain merancang busana, tak jarang juga saya berikan make up gratis. Terlebih bagi pemesan (custom, Red) busana pengantin, jadi sekalian saya rias juga," ucapnya sumringah.

Dalam satu bulan, Nia dapat menyelesaikan lebih dari 30 setelan. Karya-karyanya lebih condong baju-baju kebaya, dress, dan busana-busana untuk acara formal-seremonial.

"Selain dari Jepara, banyak juga yang pesanan dari luar daerah, termasuk luar Jawa. Karena waktu masih belajar di LPK jadi lebih banyak punya jejaring," tuturnya.

Dirinya merasa cukup berkembang dalam menjalani hari-harinya sebagai seorang desainer, penjahit, hingga perancang busana tersebut.

Dari yang awalnya sebagai hobi dapat menjadi mata pencaharian.

"Ini murni eksplorasi diri saya, karena ayah saya pun bekerja dalam sektor mebel. Ke depan saya berencana mau membuat butik yang ready to wear, tidak hanya custom seperti saat ini," jelasnya.

Tak hanya itu, Nia juga berusaha memunculkan busana-busana baru dengan desain yang sederhana namun berkesan.

Memadukan antara berbagai kreativitas dan gaya yang sedang ngetrend serta berkembang.

"Kalau saya sendiri suka dengan busana dengan karakteristik warna yang benar-benar menyala," tutupnya sembari menyiratkan perpaduan busana dengan warna kulit masyarakat Indonesia.(fik/zen)

 

Editor : Achmad Ulil Albab
#Rancang Busana #fashion #lulus sekolah #jepara #warna #smk #Sosok #bisnis