RADARPATI.ID - Pendakwah sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah, kembali membuat heboh publik.
Video yang memperlihatkan dirinya diduga menghina seorang penjual es teh di tengah acara pengajian viral di media sosial, memicu kecaman luas dari warganet.
Cuplikan video yang menampilkan momen kontroversial ini dengan cepat menyebar di berbagai platform, termasuk X dan TikTok, dan menjadi topik perbincangan hangat.
Dalam video tersebut, Gus Miftah terlihat bertanya kepada seorang penjual es teh yang tengah berada di antara jamaah, menanyakan apakah dagangannya masih banyak.
Setelah dijawab bahwa es teh masih banyak, Gus Miftah kemudian menyuruh penjual tersebut untuk segera menjualnya dengan kata-kata yang dianggap kasar, “Es teh-mu sih akeh (es teh kamu masih banyak) nggak? Ya sana jual g*blok,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, Gus Miftah menambahkan, “Jual dulu, nanti kalau belum laku ya udah, takdir.”
Reaksi publik semakin panas ketika para jamaah di atas panggung, termasuk Gus Miftah dan beberapa tokoh lainnya, seperti Usman Ali dan Habib Zaidan, tertawa setelah pernyataan tersebut terlontar.
Banyak yang menilai bahwa perkataan itu sangat tidak pantas, apalagi diucapkan oleh seorang pemuka agama dan pejabat negara.
Peristiwa tersebut mendapat kritik tajam dari berbagai pihak yang merasa bahwa tindakan tersebut tidak menghormati seorang pedagang kecil yang mencari nafkah dengan cara yang halal.
Kontroversi ini semakin meluas setelah diketahui bahwa kejadian tersebut terjadi pada acara Magelang Bersholawat bersama Gus Miftah dan Habib Zaidan Bin Yahya, yang berlangsung pada Rabu, 20 November 2024, di Lapangan Drh. Soepardi Kota Mungkid, Kabupaten Magelang.
Gus Miftah, yang sebelum menjadi pejabat negara dikenal sebagai pendakwah yang sering terlibat dalam kegiatan ceramah di berbagai tempat, termasuk hiburan malam, memang kerap menjadi sorotan.
Sebelum dilantik sebagai Utusan Khusus Presiden pada Oktober 2024, ia dikenal dekat dengan sejumlah selebritas Tanah Air. Namun, meski telah menduduki jabatan tersebut, hingga kini Gus Miftah belum melaporkan harta kekayaannya ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Terkait kekayaannya, Gus Miftah diketahui memiliki sejumlah sumber penghasilan, di antaranya dari ceramah dengan tarif yang diperkirakan mencapai Rp75 juta per 1,5 jam.
Selain itu, ia juga terlibat dalam bisnis parfum dengan merek D'Goes, serta memiliki channel YouTube Gus Miftah Official yang telah memiliki lebih dari satu juta subscriber.
Menurut estimasi SocialBlade, penghasilan dari channel YouTube-nya bisa mencapai Rp5 juta hingga Rp85 juta per bulan, yang jika dihitung setahun dapat mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Sebagai pejabat negara, Gus Miftah juga memperoleh gaji pokok yang diperkirakan mencapai Rp5.040.000 per bulan, ditambah tunjangan jabatan sebesar Rp13.608.000.
Dengan fasilitas lain seperti tunjangan anak/istri, kendaraan dinas, dan biaya kesehatan, penghasilan yang diterima Gus Miftah dari jabatannya diperkirakan lebih dari Rp18 juta per bulan.
Namun, meski statusnya sebagai pejabat publik, Gus Miftah hingga kini belum melaporkan harta kekayaannya sesuai dengan kewajiban yang berlaku.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengingatkan bahwa pejabat seperti utusan dan staf khusus presiden wajib menyerahkan LHKPN, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999.
Untuk itu, Gus Miftah diharapkan segera melaporkan kekayaannya untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas sebagai pejabat negara.
Editor : Abdul Rochim