Sembilan Siswa SMAN 1 Tunjungan Keracunan MBG, Bupati Blora Turun Tangan

Abdul Rochim • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 07:17 WIB
BUpati Blora Arief Rohman menjenguk korban keracunan MBG. (ARIF F/RADAR PATI)
BUpati Blora Arief Rohman menjenguk korban keracunan MBG. (ARIF F/RADAR PATI)

BLORA – Kasus dugaan keracunan makanan yang dialami siswa SMAN 1 Tunjungan mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten Blora.

Bupati Blora Arief Rohman mendatangi sejumlah siswa yang masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan, Kamis (10/9).

Arief mengunjungi dua lokasi, yakni RSUD dr. R. Soetijono Blora dan Klinik Citra Mulia Tunjungan.

Baca Juga: Ribuan Ompreng MBG di Blora Ditolak, Menu MBG Dibuang

Dalam peninjauan tersebut, bupati didampingi Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora serta Ketua BAZNAS Blora.

Dari hasil kunjungan, terdapat sembilan siswa yang masih mendapatkan perawatan.

Tujuh siswa dirawat di RSUD dr. R. Soetijono Blora, sedangkan dua lainnya berada di Klinik Citra Mulia Tunjungan.

"Tadi kami mengunjungi RSUD Blora. Di sana masih terdapat sekitar tujuh siswa SMA Negeri 1 Tunjungan yang sedang menjalani proses perawatan. Sementara itu, terdapat dua siswa yang dirawat di Klinik Citra Mulia. Jadi, total ada sembilan siswa yang kami kunjungi," ujar Arief.

Sampel Makanan Diperiksa di Laboratorium

Pemkab Blora langsung melakukan langkah penanganan setelah menerima laporan dugaan keracunan tersebut.

Salah satunya dengan mengambil sampel makanan dari Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.

Sampel makanan kemudian dikirim ke laboratorium di Semarang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil uji laboratorium nantinya menjadi salah satu bahan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian.

Selain pemeriksaan dari Pemkab Blora, tim dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat juga dijadwalkan datang ke Blora untuk melakukan investigasi.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang diduga menyebabkan keracunan. Sampel makanan tersebut sudah kami kirim ke laboratorium di Semarang untuk diuji lebih lanjut. Besok, rencananya tim dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat juga akan turun langsung ke Blora," jelas Arief.

Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Pemkab Blora juga mengambil langkah pencegahan dengan menghentikan sementara operasional SPPG yang diduga berkaitan dengan penyediaan makanan dalam program tersebut.

Arief mengatakan rekomendasi penutupan telah diberikan dan penghentian operasional sudah dilakukan sejak Rabu (9/9).

"Kami telah merekomendasikan agar operasional SPPG tersebut ditutup. Penutupan sementara sudah dilakukan sejak hari Rabu kemarin," tegasnya.

Bupati meminta kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh penyelenggara program gizi di Kabupaten Blora.

Menurutnya, kualitas bahan makanan, proses pengolahan hingga keamanan pangan harus menjadi perhatian utama.

"Kejadian ini harus menjadi perhatian bagi SPPG lainnya agar selalu menjaga kualitas, mutu, dan keamanan pangan secara ketat, agar kejadian serupa tidak terulang kembali," pesannya.

Arief juga menyampaikan doa agar seluruh siswa yang masih menjalani perawatan segera pulih dan dapat kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

"Semoga para siswa yang masih menjalani perawatan segera sembuh dan dapat kembali bersekolah seperti sedia kala," pungkasnya. (*)

Editor : Abdul Rochim
SPPG Blora keracunan MBG Blora SMAN 1 Tunjungan Arief Rohman program mbg