Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siswa dan Orang Tua di Blora Trauma Makan MBG

Abdul Rochim
Penulis: Abdul Rochim❯
‎DIRAWAT: Sejumlah siswa SMAN 1 Tunjungan masih dirawat di Klinik Citra Mulia diduga akibat keracunan MBG Senin (7/9). /‎ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR KUDUS
‎DIRAWAT: Sejumlah siswa SMAN 1 Tunjungan masih dirawat di Klinik Citra Mulia diduga akibat keracunan MBG Senin (7/9). /‎ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR KUDUS

Advertisement

BLORA — Sebanyak lima siswa SMAN 1 Tunjungan masih menjalani rawat inap setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Sukorejo 2 pada Senin (7/9). Kondisi tersebut membuat sejumlah siswa dan wali murid mengaku trauma untuk kembali mengonsumsi MBG.

Guru Penanggung Jawab MBG SMAN 1 Tunjungan Dwi Nur Setyowati mengatakan, lima siswa masih menjalani perawatan. Empat siswa dirawat di Klinik Citra Mulia, sedangkan satu lainnya menjalani perawatan di Puskesmas Japah.

Advertisement

“Kondisi siswa yang dirawat masih terasa pusing dan perut mules. Hanya saja diarenya sudah berkurang, tapi perutnya masih panas,” ucapnya.

Humas SMAN 1 Tunjungan Ainur Totok Rofiq menambahkan, sebanyak 18 siswa yang sempat masuk sekolah kemudian meminta izin pulang karena masih mengalami sejumlah keluhan. Di antaranya mules, mimisan, mual, dan pusing.

“Dari data kami ada siswa kelas X, XI, dan XII, kebanyakan siswa kelas XII. Kemungkinan mereka masih merasakan efek samping dari keracunan kemarin,” ujarnya.

Advertisement

Menurut Rofiq, sejumlah siswa kelas XII bahkan memaksakan diri masuk sekolah karena harus mengikuti persiapan ujian TKA.

Salah satu siswa yang masih menjalani rawat inap, Huda, menceritakan mulai merasakan mual, pusing, dan diare sekitar pukul 00.00 pada Selasa (8/9). Dia mengaku mengalami diare hingga lima kali.

Huda juga menyebut sempat memakan makanan milik temannya karena diminta. Setelah sampai di rumah, dia hanya mengonsumsi buah semangka.

Siswa lainnya, Alviano, juga masih menjalani perawatan di Klinik Citra Mulia. Dia mengaku masih merasakan pusing dan perut mules. Sehari sebelumnya, dia mengalami diare hingga enam kali.

“Saya itu makannya nasi cuma sedikit dan ayamnya yang banyak. Soalnya saya juga makan ayam punya teman itu agak lembek dan ada kecut-kecut, kalau punya saya enak-enak saja,” ucapnya.

Advertisement

Artikel Terkait

KLB MBG Gembong, Chandra Pastikan Pengobatan Korban Ditanggung Pemkab Pati

KLB MBG Gembong, Chandra Pastikan Pengobatan Korban Ditanggung Pemkab Pati

Pemkab Pati memastikan seluruh biaya pengobatan korban dugaan keracunan MBG di Gembong ditanggung pemerintah. Sekitar 45 anak masih dirawat dan investigasi penyebab kejadian terus dilakukan.

KLB Dugaan Keracunan MBG di Gembong, Plt Bupati Chandra Pastikan Pengobatan Ditanggung Pemkab

KLB Dugaan Keracunan MBG di Gembong, Plt Bupati Chandra Pastikan Pengobatan Ditanggung Pemkab

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memastikan biaya pengobatan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan dalam kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong ditanggung pemkab Pati.

Diduga Keracunan MBG, Siswa di Pati Kini Trauma Bilang MBG Jangan Dilanjut

Diduga Keracunan MBG, Siswa di Pati Kini Trauma Bilang MBG Jangan Dilanjut

Pasca dugaan keracunan MBG, beberapa siswa mengaku trauma. Bahkan, mereka tak ingin program itu dilanjut.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer