BLORA – Operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muraharjo, Kecamatan Kunduran, dihentikan sementara setelah kepala SPPG, M. Abdul Toha, mengundurkan diri dan meninggalkan lokasi kerja.
Akibatnya, distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat untuk sementara terhenti hingga pengganti ditunjuk.
Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Kunduran Afif Ma'ruf mengatakan, operasional dapur dihentikan sehari setelah Abdul Toha meninggalkan dapur.
Baca Juga: 19 Siswa SD di Blora Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Enam Jalani Perawatan Intensif
Menurutnya, kepala SPPG memiliki peran penting dalam proses operasional sehingga pelayanan belum dapat berjalan tanpa pejabat tersebut.
Afif menjelaskan, Abdul Toha mengirimkan surat pengunduran diri kepada Koordinator Wilayah (Korwil) pada 13 Juli 2026.
Namun, setelah itu ia langsung meninggalkan lokasi tanpa melakukan serah terima tugas maupun memberikan pemberitahuan kepada Korcam, mitra, maupun yayasan pengelola.
"Kami sudah melaporkan kondisi ini ke KPPG Semarang dan mengajukan permohonan penggantian kepala SPPG. Saat ini kami masih menunggu proses dari Badan Gizi Nasional," ujarnya.
Ia memastikan penghentian operasional tidak berkaitan dengan penyimpangan anggaran program MBG.
Menurutnya, sistem pencairan dana menerapkan mekanisme pengawasan ganda sehingga setiap transaksi harus memperoleh persetujuan dari dua pihak yang berwenang.
"Dana operasional tetap aman karena pencairannya menggunakan sistem kontrol berlapis," katanya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Artika Diannita membenarkan telah menerima surat pengunduran diri Abdul Toha. Berdasarkan surat tersebut, alasan pengunduran diri berkaitan dengan kondisi orang tuanya yang berada di Jambi.
Artika mengaku sempat berupaya menemui Abdul Toha untuk meminta penjelasan lebih lanjut.
Namun, saat hendak mendatangi dapur, yang bersangkutan diketahui telah meninggalkan lokasi dan hingga kini belum dapat dihubungi oleh Korwil, Korcam, maupun pihak yayasan.
Menurut Artika, selama Abdul Toha menjabat, operasional dapur MBG Muraharjo berjalan normal tanpa adanya laporan gangguan produksi, distribusi makanan, maupun keluhan dari sekolah dan penerima manfaat.
Karena itu, pengunduran diri yang dilakukan secara mendadak cukup mengejutkan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program.
Saat ini, operasional dapur masih menunggu penunjukan kepala SPPG yang baru dari Badan Gizi Nasional agar layanan Makan Bergizi Gratis di wilayah Kunduran dapat kembali berjalan. (tos)