Pasar Babe di Kudus Diusulkan Punya Lapak Online, DPRD Kudus Dorong Go Digital


TAMPUNG: Ketua DPRD Kudus H. Masan, S.E., M.M. menerima usulan atau aspirasi pedagang meninjau Pasar Babe, Selasa (21/7). (DPRD KUDUS UNTUK RADAR PATI)" width="100%">
KUDUS – Pengembangan Pasar Barang Bekas (Babe) Kudus tidak hanya diarahkan pada penataan fisik, tetapi juga transformasi digital.
Pedagang mengusulkan adanya lapak atau showroom online bersama untuk memperluas pemasaran produk melalui platform digital.
Usulan tersebut mengemuka saat Ketua DPRD Kudus H. Masan, S.E., M.M. meninjau Pasar Babe, Selasa (21/7).
Menurut para pedagang, fasilitas pemasaran digital bersama akan membantu pelaku usaha onderdil, barang bekas, hingga komponen otomotif yang kini semakin mengandalkan penjualan secara daring.
Masan menilai gagasan tersebut sejalan dengan perubahan pola perdagangan yang berkembang di masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu mulai memfasilitasi pemasaran digital agar daya saing pedagang meningkat.
"Kami akan komunikasikan dengan Bupati supaya kebutuhan pedagang bisa difasilitasi, baik infrastruktur maupun pengembangan pemasaran secara online," ujarnya.
Ia mengatakan, keberadaan lapak digital bersama dapat menjadi sarana promosi bergantian bagi pedagang tanpa harus membangun toko daring secara mandiri.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan omzet pelaku usaha.



